Beberapa hari ini gue seperti mati rasa, gue merasa seperti robot yang bergerak ke sana kemari tanpa ada rasa apapun, flat! Perasaan meluap-luap yang minggu-minggu kemarin gue rasakan entah pergi kemana, rasa menjadi baru dan hidup terasa seperti tertinggal di suatu tempat, suatu tempat yang gue gak tau itu dimana, tempat yang sepertinya gue tidak pernah mendatanginya, dan tempat itu kini mengubur setiap rasa yang baik yang pernah menjadi rasa bahagia lantaran memilikinya, dia, laki-laki yang gue namakan pacar, dia yang yang kemarin membisikan kata-kata manis dan manja di setiap tapakan hari-hari gue, tapi ternyata dia juga yang adalah aktor utama dari cerita hidup robot gue belakangan ini.
Kisah yang hanya bisa kita rajut beberapa minggu kemarin sekarang terasa seperti sebuah formalitas saja, untuk komunikasi, pertemuan dan sentuhan kini hanya bisa dikenang dan hanya bisa bisa gue rasakan indahnya ketika gue sedang memejamkan mata dan memutar otak untuk mengingat keindahan itu lagi. Untuk setiap pertanyaan "sedang apa, dimana, sudah makan?" hanya akan menjadi kenangan manis yang saat ini bisa membuat gue menguras air mata. Entah apa yang salah. Intinya kemarin dia meminta gue untuk mejalani gaya pacaran yang santai, yang sampe detik ini pun gue tidak bisa mendefinisikan gaya pacaran santai yang dia maksud, dan setelah melihat dari 2 hari belakangan, sepertinya gaya pacaran santai yang dia ingini saat ini adalah: satu sms di waktu pagi hari dan malam hari. Titik. Udah. Itu aja! Dengan bantuan logika apapun gue tidak sependapat akan caranya yang seperti ini, kemerosotan komunikasi bukan tidak mungkin memerosotkan rasa yang kami punya juga, dan bahkan pahitnya bisa memusnahkan rasa yang dinamakan sayang itu. Atau, ini memang caranya untuk membiasakan gue tanpa dirinya yang sebenarnya adalah celah untuk perlahan-lahan pergi dari kehidupan percintaan kami? Hah, sungguh ingin menangis rasanya membahas masalah ini.
Kisah ini akhirnya gue biarkan untuk menjadi konsumsi public, dengan sabar gue merangkai kata untuk bercerita kepada orang-orang terdekat gue yang sekiranya bisa membantu gue untuk melegakan rasa resah yang beberapa hari membendungi hari gue. Berbagai perasaan berkecamuk di hati gue, dan ekspresi gue saat bercerita cukup mewakilkan apa yang tengah gue rasakan, dan disela-sela cerita gue berusaha sekuat mungkin menahan air mata yang berburu untuk menetes, tapi dengan beberapa tarikan nafas yang panjang gue coba untuk terlihat lebih kuat dan tegar. Semua perasaan dan keluhan telah gue keluarkan, dan ekspresi yang beragam muncul di wajah mereka, 1 hal yang pasti, mereka cukup sedih mendengar serangkaian cerita gue itu, dan akhirnya banyak juga kata-kata bijak yang ditujukan ke gue, dengan garis besar yang gue tangkep adalah gue harus cukup bijak untuk menilai sikapnya yang sudah tidak wajar itu. Gue harus bisa menempatkan diri gue sementara waktu ini, yang dengan artian adalah gue harus ikut melaksanakan aksi demo bicara, gue harus bungkam untuk sementara waktu untuk tidak mengganggu kehidupannya, dan harus cukup puas hanya membalas untuk tiap pesan singkatnya yang masuk. MIRIS!
Saat ini, gue merasa masih punya sisa-sisa kekuatan untuk menjalani semua ketidak pastian ini, sekalipun ada rasa penyesalan telah membuang-buang waktu dan perasaan gue yang cukup potensial untuk gue bagikan kepada seseorang yang jauh lebih baik, tapi gue tidak akan menyerah sampai di sini. Gue akan terus mencoba, sampai pada akhirnya gue benar-benar merasa kalau semuanya sudah cukup, sampai waktu yang memberitahukan gue tentang batas kesabaran yang gue sangat bersyukur itu semua masih gue punya dengan limit yang masih tidak terbatas. Rasa yang semula tetap gue jaga, rindu yang mengebu-gebu juga tetap gue simpan di hati gue, dan doa untuknya juga tetap gue serukan, minimal ketika gue tidak bisa menjadi sandarannya, gue tetap mengingatkan Tuhan untuk menjaga orang yang gue kasihi. Gue tetap meminta Tuhan yang bekerja buat semua pergumulan ini, gue mau untuk setiap pertanyaan dan permohonan dalam selipan doa gue untuk diberikan jawaban. Gue tidak meminta sebuah jawaban yang gue harapakan terjadi (ya, walaupun sebagai manusia gue lebih tertarik kalau keinginan gue terwujudkan), tapi gue memohon supaya segala sesuatunya bekerja tepat dan baik pada waktunya, dan sekalipun jawaban "tidak" yang gue dapatkan, gue sangat yakin akan ada hal-hal baik lainnya yang akan gue dapatkan nantinya. Ini bener-bener jadi bahan pembelajaran buat gue, kejadian ini membuat gue mengembangkan pemikiran gue, membuat gue menjadi orang yang jauh lebih positif, dan pastinya membuat gue lebih mengerti kalau semua hal yang sejauh ini menurut gue baik belum tentu baik juga buat sekeliling gue, terutama buat Dia yang telah menyediakan segala-galanya. Gue akan terus bertahan dan berharap, terus.
Untuk dirinya yang sedang belajar untuk memahami semua ini, gue tau elo orang yang baik, gue tau ini semua elo lakuin bukan tanpa alasan, dan gue tau suatu saat nanti elo tau kalau gue pernah sangat mempertahankan elo dan kita. Semoga waktu dan keadaan berpihak kepada kita, dan kalaupun tidak, elo harus tau kalau pada saat pertama kali gue mempersilakan elo untuk hadir di hidup gue, pada saat itu juga gue telah belajar untuk melepaskan elo, sehingga kalau suatu saat elo harus pergi, gue akan melepas elo dengan sebuah senyuman terima kasih.
l o v e,
Defi Octaviany
I love to share everything that I know and all the things about me, you and our lovely life. Just stay tuned and you'll find something interesting that will make you feel at home to keep reading.
Welcome to My Paradise..
Hell o readers!
Okay, give me some space to promote my self. Im Defi octaviany, I was born on October 7th 1989 in Jakarta and also grows in Jakarta. I love pink, I love mama papa, I love babies, I love doing something stupid, I love laughing, I love you, and the most importantly I LOVE MY SELF. Yepp, let's go to the world of fantasy!!
Okay, give me some space to promote my self. Im Defi octaviany, I was born on October 7th 1989 in Jakarta and also grows in Jakarta. I love pink, I love mama papa, I love babies, I love doing something stupid, I love laughing, I love you, and the most importantly I LOVE MY SELF. Yepp, let's go to the world of fantasy!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar