Welcome to My Paradise..

Hell o readers!
Okay, give me some space to promote my self. Im Defi octaviany, I was born on October 7th 1989 in Jakarta and also grows in Jakarta. I love pink, I love mama papa, I love babies, I love doing something stupid, I love laughing, I love you, and the most importantly I LOVE MY SELF. Yepp, let's go to the world of fantasy!!

Rabu, 18 Januari 2012

18 Januari 2012

Hello universe..

Gue cuma mau nyampah mlm ini, bener-bener butuh tempat sampah dan gue pikir di sini paling tepat. Entah postingan gue ini akan menjadi postingan paling sampah atau gimana nantinya, tapi gue bener-bener butuh wadah!

Oke, hari ini hari Rabu yang adalah semestinya hari yang biasa-biasa aja, oke, semestinya! Dan memang aktivitas gue hari ini juga biasa, normal, cuma minusnya gue sore ini gak ke kampus krn memang lg gak ada ujian, dan entah itu menjadi berkah atau malah buruk di sore hati, I don't know for sure, tapi rentetan hari gue yang biasa ini entah kenapa malah membawa gue ke beribu pikiran, pikiran yang malah menyesatkan keberadaan gue. Ok, let me expalin to you about my "biasa-biasa aja activity".

Pagi tadi adalah pagi yang tidak biasa krn gue yg semestinya bangun jam 5.30 malah meleyeh-leyehkan badan gue sampe jam 7, ih waw, jam 7 biasanya gue bs hampir sampai kantor ini malah baru bangun. Ya, sedikit tidak biasa bukan? Akhirnya dgn tergopoh-gopoh gue sampe kantor jam 8.20, telatlah itu itungannya, tapi cuek ah, kali-kali gpp juga. Sampe kantor gue melakukan rutinitas pekerjaan gue yg biasa gue kerjain jg, gue nyiapin beberapa meeting, bikin memo yg direquest sm GM bagian gue, gue mampir ke ruangan boss gue yg selalu kosong di hari ini, gue mondar mandir sana sini untuk ngurusin beberapa hal yg menurut gue random sekali dan nyanyinyu angkat telp mulai dari yg penting sampe yg paling gk penting yg pengen bgt gue maki-maki (fyi, lg PMS!) dan gue merencanakan mejenguk anak dari salah satu org kantor yg adalah seorang Bapak yg gue cukup deket, oke, sangat deket. Beliau adl Bapak yg entah menganggap gue anak atau temen atau mungkin murid asuhannya, ya itu cuma dia yg tau! Gue ke RS bareng salah satu tmn ktr gue yg cukup deket sama gue. Awalnya terlihat tidak ada yg menarik dari perjalanan kita sampe akhirnya kita sampe di RS yg ruangan yg hrs kita datengin adalah ICU, ok gue ulangin, ICU! Agak bergetar dan ragu saat tmn gue mengajak untk masuk ke ruang ICU, badan gue lemes seketika, entah rasa takut atau apa yang gue rasakan, tp dengan jelas sekali tiba2 sekelibat kenangan muncul di kepala gue! ICU, ruangan yg entah baik atau tidak, tp yg gue tau pasti di ruangan itu salah satu org yg gue sayangin melepaskan hidupnya, dan gue pernah sangat membenci kenyataan dan merengek pada kenyataan di ruangan yg bernama ICU itu! Akhirnya dgn ragu gue menghubungi si Bapak tsb yg anaknya di rawat dan thank God dia nyuruh kita untk dateng ke ruang perawatan di lantai 3, bukan di ruang ICU itu! Ketika gue nemuin si Bapak gue melihat dia agak hancur, ya, orang tua mana yg gak hancur ngeliat anaknya terbaring lemah di ruang ICU! Tapi masih dgn kepribadian yg sama dia dgn ramah menyambut kita, dan gue yg awalnya agak kaku mulai sedikit mencair karena dia yg mencoba membuat keadaan menjadi seperti biasa. Gak banyak yg gue tanyakan, ya hanya seputar keadaan anaknya dan kronologis knp bs kembali lg ke RS dan masuk ke ruang ICU, dgn muka sedih dan muram si Bapak bercerita, dan dalam hati gue seakan mau bilang: gue pernah ada di keadaan itu. Gue, papa, mama, Vicky dan Ita sangat pernah ada dikeadaan seperti itu! Namun, gue sangat tdk ingin merusak waktu td dgn memutar otak gue untuk mengembalikan kpd ingatan terdahulu jadi gue berusaha keras mengalihkan pikiran gue dan mencoba fokus sm pembicaraan kita. Setelah kira-kira setengah jam ngobrol akhirnya dia mengajak kita ke ruang ICU untk melihat kondisi anaknya. Deg! Jantung gue kaya berhenti sesaat, dan sepertinya mulut gue ingin berkata "gak usah", tp untungnya semua masih bs gue kontrol, krn sangat aneh gue yg pny niat ke situ buat jenguk anaknya yg sakit tp ternyata gue gak mau melihat anaknya di ICU. Sungguh ragu ketika gue melangkah ke ruangan itu, membaca papan bertuliskan ICU aja rasanya semua persendian gue ingin lepas, terlebih ketika gue harus mengenakan baju RS khusus ruang ICU, rasanya gue benar-benar mau kabur! Tapi untung dan untung sekali gue bs mengontol semuanya dan super untung ketika kita tdk boleh masuk ICU krn jam besuk sudah habis. Gue bukannya tidak sungguh-sungguh mau menjenguk anaknya si Bapak, tp keberanian gue masih tll ciut untk menginjak ruangan tsb sekalipun itu bukan di RS yg sama! Akhirnya kita hanya bs melihat dari kaca, yg dari kaca itupun semua yg ada di dlm keliatan, keliatan sgt jelas. Tempat tidur, alat-alat, perawat dan pasien ICU yg tertidur lemah sangat terlihat jelas di mata gue, dan ya, bayangan itu, sosok itupun terlihat seperti tertidur di situ, sosok yg sudah beberapa tahun ini meninggalkan kami di sini terlihat berbaring di situ lengkap dengan alat-alat yg menurut gue membunuh hari-harinya! Gue memang bukan org yg fasih mengenai dunia kesehatan, tp gue agak tidak setuju melihat keberadaan pasien-pasien di ICU tsb, buat gue keberadaan orang-orang yg katanya kesehatannya cukup mengkhawatirkan itu di ruang ICU bukannya membuat mrk menjadi pulih dan merasa lebih baik, melainkan sebaiknya! Tiap hari mrk merengek minta dikeluarkan dari ruangan tsb, tiap detik berbagai alat-alat menyiksa itu menempel di tubuh mrk yg membuat tubuh mereka memar kebiruan, tiap saat mrk dibangunkan dgn cara yg tidak wajar agak mrk tidak terlelap dgn dunia alam bawah sadar mrk, dan beberapa tahun yg lalu gue melihat kejadian itu hampir tiap hari! Hari ini seperti membawa gue ke beberapa tahun yg lalu lengkap dengan kesedihan dan rasa kehilangan gue. Membuat gue mengingat kembali bagaimana rengekan "aku mau pulang mama, aku mau kuliah papa" diserukan dgn suara terbatas yg dia ucapkan dengan sekuat tenaga dibibirnya yg kering dan agak luka krn tidak adanya air yang dia konsumsi langsung dari mulutnya. Sekuat tenaga gue mengalihkan pikiran gue, gue menarik diri gue pd kehidupan nyata yg ada di hadapan gue, bukan kenangan beberapa tahun silam! Dan saat ini gue jadi benar-benar merindukannya, lagi dan akan terus merindukannya, entah sampai kapan!
I miss you, my beloved Nancy Lidya Siregar..





l o v e,
Defi Octaviany

Senin, 16 Januari 2012

New Year's Eve

Happy New Year, buddy..

Oke, sekarang udah tgl 15 Januari 2012, yang adalah bukan tahun baru lagi melainkan pertengahan bulan Januari, tapi nyapa blog gue yang cantik ini dengan "Happy New Year" di postingan pertama gue di tahun ini sepertinya tidak haram hukumnya. Ya, mau sedikit berbasa-basi dulu lah, umhh, how was your new year eve? Is it great? Hmm, i hope so! Kalo gue? Umh, ya lumayanlah, kebetulan pas pergantian tahun gue liburan sama keluarga gue di Spore, dan ritual doa tutup tahun kita lakukan di apartement salah satu saudara gue yg berdomisili di situ dan sesudahnya kita sama-sama liat fireworks di Marina Bay. Itu lumayan kan? Hahaha, semoga! Well, berkaitan dengan new years eve dan tahun 2012 yang sangat fenomenal ini (soalnya gosip-gosip yang hot tahun 2011 kemarin kan tahun ini kiamat), gue mau sedikit cerita atau mungkin lebih tepatnya berbagi tentang sebuah film yang baru aja gue tonton, film yang buat gue keren banget buat ngawalin tahun ini, film yang bisa dibilang menginspirasi tapakan kehidupan kita di kedepannya, ya pokoknya film yang sangat gue rekomendasikan buat ditonton! Ya, judul filmnya New Year's Eve. Film yang berlatar belakangkan kota New York yang sangat metropolis dan dari dulu banget adalah kota yang sangat gue idam-idamkan buat ke situ! Gosh, i MUST go there!

Kalau ada yang udah nonton film itu, pasti sependapat kalau cerita yang ada di film itu luar biasa bagus dan ya kaya tadi gue bilang, sangat memotivasi! Film itu bercerita tentang new year's eve, atau bahasa Indonesianya malam tahun baru, dimana semua masyarakat New York bahkan semua masyarakat dunia sangat antusias melewati tahun yang akan berakhir dan menyambut tahun baru, beberapa orang mulai sibuk menyiapkan pesta dan pernak pernik meriah tahun baru lainnya, beberapa juga mulai berpikir dengan siapa saya harus melewatkan tahun ini dan tidak sedikit yang menyiapkan list resolusi tahun baru! Dan dalam film itu terlihat sekali warga New York mulai disibukkan oleh ritual tahun baru kota itu dengan melepaskan balon yang ada di tengah kota, di Times Square. Tapi gak cuma itu inti dari cerita pergantian tahunnya, di situ ada beberapa kisah yang awalnya terlihat sangat random tapi ternyata alurnya begitu bagus dan mencengangkan! Gue tidak akan bercerita tentang sinopsis cerita dari film tersebut, karena gue lebih tertarik membahas beberapa hal yang gue dapet yang akhirnya gue simpan dicatatan pribadi kehidupan gue, dan di sini gue dengan sangat antusias umtuk berbagi kepada semua orang yang punya sedikit waktu buat ngelirik blog gue.

Dari film itu gue mempelajari banyak hal, film itu kaya mengingatkan gue kembali kalau ternyata di suatu perjalanan yang namanya kehidupan ini ada banyak sekali hal yang terlihat mudah namun dalam pelaksanaannya sangat sulit dilakukan! Pertama adalah pelajaran tentang menepati janji. Sounds so easy and simple to do, but I swear its so difficult to make it happen! Mengumbar seribu kata yang masuk dalam pengertian janji emang gampang, gampang banget, itu cuma kaya tinggal kasih perintah dari otak ke mulut buat merangkai beberapa kata jadi sebuah kalimat yang ternyata tanpa kita sadari itu membawa pada suatu kesimpulan yang dinamakan janji, yang nantinya harus dipenuhi sesuai dengan waktu yang sudah disepakati atau mungkin juga sampai dengan batas waktu tidak tertentu, ya pokoknya itu sesuai dengan kesepakatan yang dibikin. Dan celakanya kita sebagai manusia seringkali berbicara dulu lalu berpikir (terutama dalam keadaan genting), yang pada akhirnya itu membuahkan beban tersendiri buat kita! Kalau istilah di negeri kita, utang adalah janji, yang berarti utang lo gak akan bisa terbayar lunas kalau janji lo belum bisa ditepatin. Tapi budaya masyarakat kita yang sering gue temuin bahkan gue alami sendiri adalah: gunakan seribu satu cara buat pura-pura melupakan utang! Huh, miris! Itu berarti kita juga akan menghalalkan seribu cara buat pura-pura lupa sama janji kita yang pada akhirnya itu tidak akan pernah terwujud, sampai kapanpun! Tapi dari cerita film ini gue belajar untuk bagaimana gue yang adalah orang biasa-biasa saja ini menepati setiap janji yang pernah gue ucapkan kepada sesorang atau bahkan kepada diri gue sendiri. Di film itu gue melihat bagaimana seseorang mengingat setiap janji yang pernah dia bikin, bagaimana dia berpikir untuk menepati janjinya dan bagaimana akhirnya dia punya usaha buat mewujudkan itu semua! Itu KEREN! Hal yang terlihat sepele itu ternyata punya makna yang besar buat orang lain dan buat diri sendiri. Setiap keputusan yang kita bikin untuk memenuhi janji itu memang pada akhirnya akan mengantarkan kita pada suatu situasi yang siapapun tidak bisa menjamin kesuksesannya, tapi gue sangat yakin akan ada rasa tersendiri yang kita dapet kalau kita telah menyelesaikan janji itu. Itu akan menjadi baik atau tidak, kita gak tau, tapi rasa bahwa hutang lo terlunasi adalah perasaan luar biasa yang pada akhirnya elo akan memberi penghargaan pada diri lo kalau "Im not a Loser!".

Hal kedua yang gue dapet adalah keterkaitan dari ritual janji tadi, menunggu! Ya, siapa sih yang suka nunggu, siapa yang sabar nunggu, dan siapa yang rela buat nunggu, apalagi nunggu hal yang tidak pasti, yang masih sangat tidak jelas kapan waktunya tiba. Gini, kalau nunggu pengumuman kelulusan atau nunggu gaji cair itu pasti, elo tau sampai batas kapan elo akan nunggu dan elo juga sangat tau kalau itu pasti akan terjadi, kemungkinan tidak akan terjadi itu cuma 3%, ya kalau ada keterlambatan itu lain soal ya, tapi akhir yang lo tau adalah it will hapen! Jadi, kita gak pernah akan ada di situasi gambling, karena dari awal lo udah tau kalau itu akan terjadi! Nah, beda cerita kalau elo nunggu janji yang terucap dari mulut orang lain, janji yang ternyata elo tau itu butuh usaha keras buat mewujudkannya, janji yang elo bingung mau percaya apa engga tapi elo sangat menginginkan itu! Seperti dalam cerita di film ini, dimana seseorang pada akhirnya memutuskan untuk menunggu orang yang sudah menjanjikan satu hal yang sebenarnya dia juga gak tau akhirnya akan kaya apa, tapi entah keyakinan apa yang dia punya, dia mau nunggu! Hal kecil yang ternyata kalau kita mau tekun ngejalaninnya itu akan membuahkan hal yang luar biasa. Gue paling benci nunggu, gue adalah tipe orang yang gak sabaran, gue sangat tidak suka kalau gue diperintahkan untuk menunggu! Gue bisa mengutuk dalam hati kalau gue di suruh nunggu, gue bisa ngeluarin rentetan sumpah serapah buat orang yang nyuruh gue nunggu, dalam hal apapun! Dan sekarang ternyata gue sedang mengalami itu! Gue sedang terikat satu janji yang diucapkan oleh bukan pacar tapi bukan juga teman gue, janji yang sebenernya udah beberapa kali dia bilang kalau dia inget akan hal-hal yang sempet dia janjikan itu, janji yang dia sangat yakin akan dia penuhi kalau waktunya sudah benar-benar tepat, dan janji yang ternyata dia ucapkan pada orang yang tidak suka menunggu yaitu gue! Ya, hampir tiap hari gue mengirimkan pesan singkat sama dia, hampir tiap hari gue coba menghubunginya dan gilanya hampir tiap hari gue seperti merasa tidak sabar akan ke-egois-an waktu yang dia bilang itu waktu yang tepat yang adalah buat dia, bukan buat gue! Demi apapun gue selalu berpikir kenapa laki-laki selalu diciptakan komplit dengan keegoisan, kenapa kompromi yang selalu dia berikan itu selalu berkiblat kepada dirinya, bukan mencoba mengkombinasikan dengan siapa dia sedang mempunyai urusan! Tapi, ya dengan tarikan napas yang panjang gue mulai belajar akan pelajaran menunggu itu! Film ini seperti mencoba mengesampingkan bahkan sedikit-sedikit menghapus keraguan gue tentang kekecewaan dari aktifitas menunggu itu, kalau ternyata apapun itu, masih banyak hal luar biasa yang sedang mengantri untuk lo jalanin. Percaya atau engga, itu kembali lagi sama masing-masing pribadi lo! Yang jelas, menunggu itu tidak sepenuhnya hal menjijikkan yang pernah ada di dunia ini, tapi itu adalah karisma tersembunyi yang terselip harapan baik didalamnya!

Ketiga adalah hal tentang memaafkan! Huh, perlu tarikan napas yang lebih panjang ketika gue akan membahas ini. Buat gue ini adalah hal tersulit di dunia, ini bener-bener pekerjaan yang melibatkan setiap aspek yang ada di seluruh tubuh lo, dan ini adalah bagian dimana elo tidak bisa lagi menomorsatukan bakat acting lo! Ya, terdengar sangat mengerikan memang! di cerita film ini ada seorang cewe yang ditinggalkan pacarnya karena pacarnya itu belum siap sama sebuah komitmen, yang pada akhirnya bikin si cowo itu kabur menghilang entah kemana. Nyebelin dan nyakitin banget emang, tapi akhirnya si cowo itu dateng lagi ke cewenya untuk meminta maaf atas kesalahan yang juga ketololan luar biasa menurutnya. Awalnya si cewe ragu buat maafin, tapi mungkin dengan berbagai pertimbangan dan kebijaksanaan akhirnya cowo itu termaafkan. How romantic! Dan ya, kedengeran sepele memang kisahnya, tapi kalo kita ada di posisi itu mungkin ini akan menjadi tidak mudah. Begitupula dengan kehidupan nyata yang ada, yang dimana kita gak hidup sendirian, kita kita setiap hari harus bersosialisasi sama orang lain, kita harus punya bagian di kehidupan orang lain dan melibatkan orang lain di bagian kehidupan kita juga yang juga gak jarang ada aja kejadian pahit yang dilakukan orang lain ke kita atau kita lakuin ke orang lain, sampe akhirnya kita ada diposisi harus memaafkan atau meminta maaf. Percaya sama gue, hal meminta maaf dan memaafkan itu sama-sama sulit! Perlu jiwa besar buat ngakuin kesalahan kita ke orang lain dan perlu jiwa kesatria buat maafin kesalahan orang lain! Itu sulit, gue akan mengulang kata sulit berkali-kali itu karena memang itu sangat sulit! Dan sampai pada detik ini gue belum bisa 100% mengaplikasikan praktek memaafkan itu sendiri dalam kehidupan gue, tidak pada hari biasa, tidak pada hari besar kenegaraan, tidak pada hari Natal dan tidak juga pada Tahun Baru ini, gue bener-bener belum bisa melakukan itu. Padahal dalam film ini digambarkan dengan jelas kalau ternyata kegiatan memaafkan itu adalah proses yang menyenangkan dan menenangkan di kedepannya. Memaafkan bisa kaya ngangkat beban segede batu yang selama ini mengganjal pikiran dan hati lo, memaafkan itu juga bisa dengan sendirinya memberikan aura positif yang lebih buat diri kita, tapi tanpa banyak pembelaan gue masih tetap bilang itu semua sulit! Cuma mungkin sedikit banyak gue memang harus belajar untuk itu, mungkin gue bisa memulai dari hal-hal kecil yang supaya kalau gue sudah bisa menikmati indahnya memaafkan gue bisa berbagi di sini, tanpa harus menjadi object yang banyak bicara saja. Semoga!

Keempat adalah pelajaran tentang mempunyai mimpi dan keberanian buat mewujudkannya! Well, pembahasan tentang mimpi pernah gue bahas di blog gue ini, kalo lagi gak ada kerjaan boleh dilirik sebentar ke postingan gue yang judulnya mimpi, yang semoga isinya cukup memuaskan. Pada cerita di film ini, ada seorang perempuan berusia setengah baya yang punya resolusi yang harus dia penuhi sebelum tahun berganti, dan yang mencengangkan dia punya beberapa list resolusi (bukan hanya satu, tapi beberapa!) yang harus terpenuhi hari itu juga, bayangin, satu hari sebelum tengah malem! Akhirnya perempuan ini ketemu seorang cowok yang usianya lebih muda dari dia yang membantu dia mewujudkan semua resolusinya, dan sungguh menakjubkan perlahan-lahan tapi pasti satu per satu list resolusi itu bisa mereka kerjakan dengan sempurna. Kesimpulannya adalah tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini! So? Tunggu apa lagi, silakan kerjakan mimpi-mimpi kalian mumpung tahun 2012 ini masih panjang!
Good luck!




l o v e,
Defi Octaviany