When will I see you again?
You left with no goodbye, not a single word was said,
No final kiss to seal any seams,
I had no idea of the state we were in,
I know I have a fickle heart and bitterness,
And a wandering eye, and a heaviness in my head,
But don't you remember?
Don't you remember?
The reason you loved me before,
Baby, please remember me once more,
When was the last time you thought of me?
Or have you completely erased me from your memory?
I often think about where I went wrong,
The more I do, the less I know,
But I know I have a fickle heart and bitterness,
And a wandering eye, and a heaviness in my head,
But don't you remember?
Don't you remember?
The reason you loved me before,
Baby, please remember me once more,
Gave you the space so you could breathe,
I kept my distance so you would be free,
And hope that you find the missing piece,
To bring you back to me,
Why don't you remember?
Don't you remember?
The reason you loved me before,
Baby, please remember me once more,
When will I see you again?
*************************************
Sampai dengan hari ini, 12 April 2012 gue selalu ingin menangis ketika mendengar lagu itu, selalu terisak ketika memperhatikan liriknya dan akhirnya mengorek semua rasa itu lagi. Dimana akhirnya perpisahan manis itu hanya wacana, email perpisahan adalah kenangan dan kenyataan kalau dia sudah mendapatkan kehidupan baru tanpa gue di dalamnya adalah pukulan pahit buat gue!
WHEN WILL I SEE YOU AGAIN?!
l o v e,
Defi Octaviany
I love to share everything that I know and all the things about me, you and our lovely life. Just stay tuned and you'll find something interesting that will make you feel at home to keep reading.
Welcome to My Paradise..
Hell o readers!
Okay, give me some space to promote my self. Im Defi octaviany, I was born on October 7th 1989 in Jakarta and also grows in Jakarta. I love pink, I love mama papa, I love babies, I love doing something stupid, I love laughing, I love you, and the most importantly I LOVE MY SELF. Yepp, let's go to the world of fantasy!!
Okay, give me some space to promote my self. Im Defi octaviany, I was born on October 7th 1989 in Jakarta and also grows in Jakarta. I love pink, I love mama papa, I love babies, I love doing something stupid, I love laughing, I love you, and the most importantly I LOVE MY SELF. Yepp, let's go to the world of fantasy!!
Rabu, 11 April 2012
Selasa, 28 Februari 2012
Problems is a Friend
Hell o universe!
Belakangan ini entah kenapa gue menjadi sangat sensitif, oke, lebih tepatnya mulai dari awal tahun ini gue merasa seperti bukan diri gue sendiri. Gue menjadi jauh lbh sinis, sensitif, selektif dan lebih sarkasme! Gue sangat sulit memaafkan orang lain, gue menjadi tidak peduli terhadap beberapa hal yg pernah membuat gue merasa kalau sampai kapanpun hal itu tidak akan pernah baik, gue tidak pernah melihat orang lain tulus ke gue, gue bla bla bla yang kesemuanya itu adalah negatif! Well, biar gue jabarkan satu per satu..
Awal Feb kemarin yg gue harapkan menjadi bulan kasih yang baik malah membawa beribu kesesakan pada diri gue. Gue ribut sm papa mama karena hal sepele tapi bisa jadi bumerang karena ke-sensitif-an gue, untuk beberapa hari gue demo bicara, gue menjadi gila ketika gue pulang ke rumah (kebetulan kuliah lg libur), gue sempet ribut di sms sama papa mama, gue mogok makan, gue hancur, sangat hancur saat itu. Bayangkan, gue sampe niat bgt mau keluar dari rumah, mau cari kostan buat gue, tiap gue masuk kamar gue nangis, nangis sejadi-jadinya, gue mengutuki diri gue sendiri, dan hal itu gue rasakan kembali setelah bertahun-tahun lamanya gue tidak seperti itu. Dan kenyataan yang gue temukan adalah ternyata bukan gue aja yang hancur, tp mama papa juga hancur pada saat itu, sampai beberapa hari setelahnya ketika gue pulang ktr dan mulai menangis di kamar, mama papa masuk kamar gue pake kunci mereka sendiri, dan mereka mendapati gue menangis dan akhirnya memeluk gue serta ikut menangis bersama gue. Pada saat itu tangisan kami meledak, tangisan itu seakan tumpahan dari berjuta luapan keegoisan kami sebagai orang tua dan anak, tangisan itu juga sekaligus seperti menertawakan kami yang ternyata masih belum bisa mengerti posisi sebagai orang tua dan posisi sebagai anak. Dan itu kali pertama gue tidak bisa menahan tangisan gue, gue benar-benar menumpahkan semuanya, semuanya tanpa tersisa! Agak lama kami tenggelam dalam tangisan itu, kami betul-betul ingin membuang semua rasa sakit yang kami ciptakan sendiri, sampai akhirnya papa mama minta maaf sama gue, dan papa, terlihat sekali papa sangat tersedu dalam tangisan dan permohonan maafnya, dan gue saat itu benar-benar merasa kecewa luar biasa kepada diri gue sendiri karena telah menghancurkan perasaan orang yang luar biasa buat hidup gue! Itu kali kedua gue lihat papa menangis, papa yang selama ini gue kenal sebagai sosok yg kuat, tegar, gigih dan super kini sedang sesenggukan di pelukan gue, sedang menidurkan egonya sebagai lakilaki dan sebagai seorang ayah, dan gue rasanya ingin menampar diri gue sendiri akibat ketololan perilaku gue yg menomorsatukan ego gue, yg bisa dapet score 100 untuk menghancurkan hati superman gue! Dengan rasa hormat dan kasih gue minta maaf sama papa dan mama, gue sangat menyesal telah memprioritaskan ego gue, gue belum bisa memahami posisi mereka sebagai orang tua dan terlalu mensuperiorkan posisi gue sebagai anak, gue sangat menyesal untuk kesemuanya itu!
Tuhan memang baik, selalu dan akan selalu baik. Gue sangat percaya untuk ungkapan "ini emang udah cara dan waktunya Tuhan", karena ketika hari itu gue di jln pulang dari kantor mau ke rmh gue nyetir sambil nangis sesenggukan, gue benar-benar seperti orang frustasi, dan ternyata di waktu yg sama pula mama menangis dan membahas ke papa kalau masalah ini harus diselesaikan sekarang juga, mereka akan menunggu gue pulang kantor, semalam apapun akan ditunggu. Dan lagi-lagi gue mau bilang ini emang udah caranya Tuhan, pada hari itu gue yang sedang libur kuliah memang tidak ada niat mau kemana-mana sepulang kantor, dan ya, waktu dan caranya Tuhan bekerja, kami akhirnya bertemu, saling meminta maaf, saling mengoreksi dan akhirnya saling memahami antara satu dengan yang lainnya. Im so thankful to my Lord Jesus.
Satu masalah terselesaikan dengan baik, gue bisa ceria lagi seperti sedia kala, gue merasa hidup kembali, gue merasa sangat terberkati, sangat! Namun, dibeberapa hari kedepannya kedewasaan gue dan kebijaksanaan gue sebagai manusia kembali diuji. Gue yang memutuskan untuk tidak mempunyai sahabat kembali dibuat membabi buta oleh beberapa mantan sahabat gue, mereka orang-orang yang dulu adalah sayap pengganti dikala sayap gue rapuh kini menjadi monster kehidupan yang rasanya ingin gue musnakan menggunakan vacum cleaner, sehingga tidak tersisa apapun! Gue tidak mengerti akan logika dan pemahaman mereka tentang orang yang menjadi mantan sahabatnya, namun 1 hal yg sangat gue harapkan adalah tolong jangan pernah ganggu kehidupan gue baik secara langsung maupun tidak langsung, tolong untuk menjadi sedikit pintar untuk tidak membahas kehidupan gue baik secara langsung dan tidak langsung, dan tolong untuk benar-benar membangun tembok untuk kita seperti yang elo inginkan sebelumnya. ITU SAJA, GUE MINTA ITU SAJA! Gue sangat menghargai mereka sekalipun kini mereka dan gue adalah bukan apa-apa lagi, gue tidak ingin melibatkan mereka dalam kehidupan gue dan tidak ingin mereka terlibat juga dalam kehidupan pribadi gue, karena untuk tiap kebahagiaan dan luka yang telah mereka torehkan dalam buku kehidupan gue sudah gue simpan dengan baik dan gue tidak ingin mengintipnya kembali, apalagi membukanya. Untuk setiap cerita yg telah kita akhiri bersama gue harap bisa sama-sama kita hargai juga, bukannya malah gue menemukan diri gue menjadi salah satu pembahasan dalam dunia twitter mereka, dan akhirnya dengan sangat yakin gue meberikan penilaian kalau mereka betul-betul nothing!
Masalah gue tidak selesai sampai di situ saja, kehidupan perkantoran yg rumit juga menjadi salah satu hal yg cukup menyita perhatian gue. Fakta terbaru yang sedang in banget di kantor gue adalah mengenai status dari sebuah peran seorang sekretaris yang ternyata dianggap tidak terlalu penting di Perusahaan, kalau ternyata kami harus puas untuk disebut sebagai supporting dan embel-embel pernyataan lainnya adalah "sekretaris Vice President mudah diganti dan dicari penggantinya". WTF! Gue sungguh merasa diremehkan oleh pendapat itu, gue merasa seperti semua hal yg sudah gue lalui selama hampir setahun lebih sebagai sekretaris VP seakan sia-sia, nol besar! Hal ini akhirnya membuat gue berpikir kalau gue masih pantas mendapatkan sesuatu yang jauh lebih baik dari ini semua, gue berhak untuk memilih hal-hal baik apa yang bisa gue raih, gue mempunyai hak atas diri gue sendiri untuk membuat keputusan! Dan dengan pergumulan batin akhirnya gue memutuskan untuk mencari pekerjaan lain, mencari perusahaan yang bisa memandang sekretaris sebagai peran yang penting. Minggu ini ada 2 Perusahaan yang gue datangi untuk interview, gue menaruh harapan yang besar untuk mendapatkan kecukupan penghasilan yang lebih baik dengan pengakuan yang setara juga, gue sangat mengharapkan gue mendapatkan kesempatan itu. Gue bukannya tidak menyukai lingkungan pekerjaan dan scope pekerjaan gue yang sekarang, tidak sama sekali, gue sangat menyukainya, gue ulangin, sangat! Gue menemukan pekerjaan yang sedikit banyak melibatkan inisiatif gue, gue terlibat akan pembahasa-pembahasan serius, gue mempunyai hak untuk membuat keputusan yang berhubungan dengan keseharian boss gue, gue menemukan orang-orang dewasa yang mengasah kecerdasan kedewasaan gue baik secara emosi, pikiran maupun perilaku, dan gue menemukan berbagai tantangan untuk berinteraksi dengan dunia luar dan dunia orang dewasa, gue menyukai itu! Namun, motivasi seseorang untuk bekerja bukan hanya mendapatkan ilmu semata, namun juga atas dasar penghasilan, gaji, income, dan pengakuan status! Dan ketika gue merasa di tempat ini gue tidak bisa mendapatkan kesemuanya itu sangat wajar pada akhirnya gue mencari sesuatu yang bisa mengantarkan gue pada berbagai motivasi dan target kehidupan pekerjaan gue, karena bukan tanpa alasan gue mampu menuntut itu semua!
Dan masalah terakhir yang membuat tidur gue tidak nyenyak lainnya adalah rasa rindu yang menggebu pada seseorang di negeri sana, seseorang yang mampu mengajarkan gue memandang perbedaan budaya, iklim, negara, kebiasaan dan hal lainnya yang pada akhirnya gue tau kalau sosok itulah yang gue butuhkan. Orang yang gue kenal setahun yang lalu, orang yang ternyata menaruh harapan yg besar pada kali pertama pertemuan kami, dan orang yang pada akhirnya gue sia-siakan dan sekarang menjadi sangat gue inginkan! Dan lagi, dia adalah orang yang tidak akan pernah lagi gue temui seumur hidup gue.
Masalah akhirnya mengantarkan gue pada kehancuran, kehilangan jati diri, perubahan, dan kedewasaan.
l o v e,
Defi Octaviany
Belakangan ini entah kenapa gue menjadi sangat sensitif, oke, lebih tepatnya mulai dari awal tahun ini gue merasa seperti bukan diri gue sendiri. Gue menjadi jauh lbh sinis, sensitif, selektif dan lebih sarkasme! Gue sangat sulit memaafkan orang lain, gue menjadi tidak peduli terhadap beberapa hal yg pernah membuat gue merasa kalau sampai kapanpun hal itu tidak akan pernah baik, gue tidak pernah melihat orang lain tulus ke gue, gue bla bla bla yang kesemuanya itu adalah negatif! Well, biar gue jabarkan satu per satu..
Awal Feb kemarin yg gue harapkan menjadi bulan kasih yang baik malah membawa beribu kesesakan pada diri gue. Gue ribut sm papa mama karena hal sepele tapi bisa jadi bumerang karena ke-sensitif-an gue, untuk beberapa hari gue demo bicara, gue menjadi gila ketika gue pulang ke rumah (kebetulan kuliah lg libur), gue sempet ribut di sms sama papa mama, gue mogok makan, gue hancur, sangat hancur saat itu. Bayangkan, gue sampe niat bgt mau keluar dari rumah, mau cari kostan buat gue, tiap gue masuk kamar gue nangis, nangis sejadi-jadinya, gue mengutuki diri gue sendiri, dan hal itu gue rasakan kembali setelah bertahun-tahun lamanya gue tidak seperti itu. Dan kenyataan yang gue temukan adalah ternyata bukan gue aja yang hancur, tp mama papa juga hancur pada saat itu, sampai beberapa hari setelahnya ketika gue pulang ktr dan mulai menangis di kamar, mama papa masuk kamar gue pake kunci mereka sendiri, dan mereka mendapati gue menangis dan akhirnya memeluk gue serta ikut menangis bersama gue. Pada saat itu tangisan kami meledak, tangisan itu seakan tumpahan dari berjuta luapan keegoisan kami sebagai orang tua dan anak, tangisan itu juga sekaligus seperti menertawakan kami yang ternyata masih belum bisa mengerti posisi sebagai orang tua dan posisi sebagai anak. Dan itu kali pertama gue tidak bisa menahan tangisan gue, gue benar-benar menumpahkan semuanya, semuanya tanpa tersisa! Agak lama kami tenggelam dalam tangisan itu, kami betul-betul ingin membuang semua rasa sakit yang kami ciptakan sendiri, sampai akhirnya papa mama minta maaf sama gue, dan papa, terlihat sekali papa sangat tersedu dalam tangisan dan permohonan maafnya, dan gue saat itu benar-benar merasa kecewa luar biasa kepada diri gue sendiri karena telah menghancurkan perasaan orang yang luar biasa buat hidup gue! Itu kali kedua gue lihat papa menangis, papa yang selama ini gue kenal sebagai sosok yg kuat, tegar, gigih dan super kini sedang sesenggukan di pelukan gue, sedang menidurkan egonya sebagai lakilaki dan sebagai seorang ayah, dan gue rasanya ingin menampar diri gue sendiri akibat ketololan perilaku gue yg menomorsatukan ego gue, yg bisa dapet score 100 untuk menghancurkan hati superman gue! Dengan rasa hormat dan kasih gue minta maaf sama papa dan mama, gue sangat menyesal telah memprioritaskan ego gue, gue belum bisa memahami posisi mereka sebagai orang tua dan terlalu mensuperiorkan posisi gue sebagai anak, gue sangat menyesal untuk kesemuanya itu!
Tuhan memang baik, selalu dan akan selalu baik. Gue sangat percaya untuk ungkapan "ini emang udah cara dan waktunya Tuhan", karena ketika hari itu gue di jln pulang dari kantor mau ke rmh gue nyetir sambil nangis sesenggukan, gue benar-benar seperti orang frustasi, dan ternyata di waktu yg sama pula mama menangis dan membahas ke papa kalau masalah ini harus diselesaikan sekarang juga, mereka akan menunggu gue pulang kantor, semalam apapun akan ditunggu. Dan lagi-lagi gue mau bilang ini emang udah caranya Tuhan, pada hari itu gue yang sedang libur kuliah memang tidak ada niat mau kemana-mana sepulang kantor, dan ya, waktu dan caranya Tuhan bekerja, kami akhirnya bertemu, saling meminta maaf, saling mengoreksi dan akhirnya saling memahami antara satu dengan yang lainnya. Im so thankful to my Lord Jesus.
Satu masalah terselesaikan dengan baik, gue bisa ceria lagi seperti sedia kala, gue merasa hidup kembali, gue merasa sangat terberkati, sangat! Namun, dibeberapa hari kedepannya kedewasaan gue dan kebijaksanaan gue sebagai manusia kembali diuji. Gue yang memutuskan untuk tidak mempunyai sahabat kembali dibuat membabi buta oleh beberapa mantan sahabat gue, mereka orang-orang yang dulu adalah sayap pengganti dikala sayap gue rapuh kini menjadi monster kehidupan yang rasanya ingin gue musnakan menggunakan vacum cleaner, sehingga tidak tersisa apapun! Gue tidak mengerti akan logika dan pemahaman mereka tentang orang yang menjadi mantan sahabatnya, namun 1 hal yg sangat gue harapkan adalah tolong jangan pernah ganggu kehidupan gue baik secara langsung maupun tidak langsung, tolong untuk menjadi sedikit pintar untuk tidak membahas kehidupan gue baik secara langsung dan tidak langsung, dan tolong untuk benar-benar membangun tembok untuk kita seperti yang elo inginkan sebelumnya. ITU SAJA, GUE MINTA ITU SAJA! Gue sangat menghargai mereka sekalipun kini mereka dan gue adalah bukan apa-apa lagi, gue tidak ingin melibatkan mereka dalam kehidupan gue dan tidak ingin mereka terlibat juga dalam kehidupan pribadi gue, karena untuk tiap kebahagiaan dan luka yang telah mereka torehkan dalam buku kehidupan gue sudah gue simpan dengan baik dan gue tidak ingin mengintipnya kembali, apalagi membukanya. Untuk setiap cerita yg telah kita akhiri bersama gue harap bisa sama-sama kita hargai juga, bukannya malah gue menemukan diri gue menjadi salah satu pembahasan dalam dunia twitter mereka, dan akhirnya dengan sangat yakin gue meberikan penilaian kalau mereka betul-betul nothing!
Masalah gue tidak selesai sampai di situ saja, kehidupan perkantoran yg rumit juga menjadi salah satu hal yg cukup menyita perhatian gue. Fakta terbaru yang sedang in banget di kantor gue adalah mengenai status dari sebuah peran seorang sekretaris yang ternyata dianggap tidak terlalu penting di Perusahaan, kalau ternyata kami harus puas untuk disebut sebagai supporting dan embel-embel pernyataan lainnya adalah "sekretaris Vice President mudah diganti dan dicari penggantinya". WTF! Gue sungguh merasa diremehkan oleh pendapat itu, gue merasa seperti semua hal yg sudah gue lalui selama hampir setahun lebih sebagai sekretaris VP seakan sia-sia, nol besar! Hal ini akhirnya membuat gue berpikir kalau gue masih pantas mendapatkan sesuatu yang jauh lebih baik dari ini semua, gue berhak untuk memilih hal-hal baik apa yang bisa gue raih, gue mempunyai hak atas diri gue sendiri untuk membuat keputusan! Dan dengan pergumulan batin akhirnya gue memutuskan untuk mencari pekerjaan lain, mencari perusahaan yang bisa memandang sekretaris sebagai peran yang penting. Minggu ini ada 2 Perusahaan yang gue datangi untuk interview, gue menaruh harapan yang besar untuk mendapatkan kecukupan penghasilan yang lebih baik dengan pengakuan yang setara juga, gue sangat mengharapkan gue mendapatkan kesempatan itu. Gue bukannya tidak menyukai lingkungan pekerjaan dan scope pekerjaan gue yang sekarang, tidak sama sekali, gue sangat menyukainya, gue ulangin, sangat! Gue menemukan pekerjaan yang sedikit banyak melibatkan inisiatif gue, gue terlibat akan pembahasa-pembahasan serius, gue mempunyai hak untuk membuat keputusan yang berhubungan dengan keseharian boss gue, gue menemukan orang-orang dewasa yang mengasah kecerdasan kedewasaan gue baik secara emosi, pikiran maupun perilaku, dan gue menemukan berbagai tantangan untuk berinteraksi dengan dunia luar dan dunia orang dewasa, gue menyukai itu! Namun, motivasi seseorang untuk bekerja bukan hanya mendapatkan ilmu semata, namun juga atas dasar penghasilan, gaji, income, dan pengakuan status! Dan ketika gue merasa di tempat ini gue tidak bisa mendapatkan kesemuanya itu sangat wajar pada akhirnya gue mencari sesuatu yang bisa mengantarkan gue pada berbagai motivasi dan target kehidupan pekerjaan gue, karena bukan tanpa alasan gue mampu menuntut itu semua!
Dan masalah terakhir yang membuat tidur gue tidak nyenyak lainnya adalah rasa rindu yang menggebu pada seseorang di negeri sana, seseorang yang mampu mengajarkan gue memandang perbedaan budaya, iklim, negara, kebiasaan dan hal lainnya yang pada akhirnya gue tau kalau sosok itulah yang gue butuhkan. Orang yang gue kenal setahun yang lalu, orang yang ternyata menaruh harapan yg besar pada kali pertama pertemuan kami, dan orang yang pada akhirnya gue sia-siakan dan sekarang menjadi sangat gue inginkan! Dan lagi, dia adalah orang yang tidak akan pernah lagi gue temui seumur hidup gue.
Masalah akhirnya mengantarkan gue pada kehancuran, kehilangan jati diri, perubahan, dan kedewasaan.
l o v e,
Defi Octaviany
Rabu, 08 Februari 2012
Secret Admirer
Happy Sunday,
Senangnya gue bisa melewati minggu yg berat ini, semua permasalahan minggu ini bs gue selesaikan dgn baik walaupun dengan perjuangan ampun2an, dengan air mata yg sukses bikin mata gue kaya kodok tiap harinya dan dengan sukses menurunkan berat badan gue beberapa kilo, hah! Tapi puji Tuhan semua bisa selesai dgn baik, dan gue bs kembali waras menjalankan hari-hari gue.
Oke, itu tadi cuma basa basi gue, dan dengan sangat antusias di sini gue mau membahas tentang secret admirer atau bahasa Indonesianya dikenal dgn pengagum rahasia! Cih, dangdut amet! Pernah punya atau pernah jadi secret admirer? Gue pernah dan sedang! Iya, gue pernah punya pengagum rahasia yg sesekali telv gue trus dimatiin gitu aja, kirim sms dan bla bla bla lainnya, dan itu masih sampe detik ini! Ngerasa keganggu? Banget! Tapi skrg sih gue gak ambil pusing karena gue tau akhirnya bagaimana mengagumi seseorang secara diam-diam.Gue lagi mjd secret admirer seseorang, oke, tepatnya hal ini gue lakuin mulai dari bulan Oktober, sampe sekarang! Gue freak? Keliatannya sih gitu, dan setelah gue cerita hal ini ke salah satu temen gue ya temen gue sependapat kalo gue emang freak! Tapi apapun, gue juga sebenernya gak terlalu paham kenapa dan bagaimana siklus ini bs terjadi, cuma gue mau bilang kalo gue masih bs menyelamatkan diri gue, gue masih belum terlalu jauh melangkah ke batas ke-tidak-normal-an! Hahaha, bertele-tele banget deh, oke, sini gue ceritain..
Gue tidak mau bilang kalo gue ada di tahap depresi sedang tidak mempunyai pasangan, oke, beberapa waktu kemarin gue memang sedang tidak mempunyai peruntungan di masalah cinta-cintaan ini, gue putus sama pacar gue, trus di lain kisah gue mau ditinggal kawin sm bukan pacar gue tapi nawarin gue ke KUA (ini tolol bgt!) dan terakhir gue ditinggal pergi ke Jerman sm seseorang yg menawarkan berbagi kehidupan sama gue yg akhirnya sampe detik ini menyisakan penyesalan luar biasa ke gue karena keterlambatan penyadaran gue kalo he is the man that im searching for! Terdengar biasa-biasa aja kan kisah percintaan gue, hahaha. Tapi berbagai hal yg gue sebutin tadi gak bikin gue akhirnya jadi depresi dan ngerasa kalo gue adalah perempuan yg tidak mempunyai keberuntungan dalam percintaan kok, gue saat ini memang sedang sangat menikmati kehidupan gue, gue lg fokus sm beberapa hal yg jadi target gue di tahun ini dan sedang terlalu sibuk juga buat mengemasi masalah-masalah tadi di atas, dan mungkin jadi tidak tertarik untuk membangun kedekatan dengan siapapun dan mencoba mereject beberapa orang yg mencoba menyinggahi kehidupan gue. Bukan, gue bukannya terlalu pemilih, tapi gue sedang sangat menikmati kehidupan gue, sedang melakukan berbagai hal yg menyenangkan dan bahkan melakukan hal yg baru pertama kali gue lakukan di dalam hidup gue: jadi SECRET ADMIRER! Konyol kan? BANGET! Dan baru kali ini gue merasakan sensasinya, atau kayanya lebih tepatnya gue merasakan keanehan dalam diri gue, hahahah! Gue sedang merasa jatuh cinta sm seseorang yg belum pernah gue temuin seumur hidup gue, gue jadi secret admirer orang yg gue gak kenal sama sekali, gue bisa setiap hari memantau kehidupannya dari tulisan-tulisan kecilnya di twitter, gue sangat tau percintaannya juga dari mention-an di twitternya, gue FREAK bgt! Entah kenapa gue bs sangat jatuh cinta sekali sm seseorang cuma dari tulisan singkatnya di twitter, tulisan yg sama sekali bukan ditujukan ke gue, tulisan yg sebenernya biasa-biasa aja tapi entah dengan rumus apa dia bisa membahasakan itu dengan sangat baik, simple dan membuat gue jatuh cinta! Dan gue melakukan itu sejak Oktober sampai sekarang, gila? IYA GILA BANGET! Gue dengan tekun tiap hari nyontek kehidupannya dari akun twitternya, gue liat akun Facebooknya dan gue juga memperhatikan blognya yg udah lama banget yg gak pernah dy update. Dan gue sudah cukup puas untuk hanya menjangkau itu semua, gue sama sekali tidak berniat untuk berbicara dgnnya, orang yg selama ini gue kagumi diem-diem di otak dan hati gue.
Tapi beberapa minggu yg lalu entah kenapa gue sangat ingin sekali menyapa si oknum korban secret admirer gue, dan keputusan tolol yg gue buat adalah gue mem-follow akun twitternya dan dengan sekuat hati gue menyapanya via DM, saat itu rasanya gue kaya gak bs bergerak, gue deg-degan setengah ampun, gue tolol bgt lah, terlebih saat dy membalas tweet gue, itu rasanya gue kaya mau mengubur diri gue dalem-dalem di tanah merah! Hahahaha. Dan akhirnya dengan kakunya gue nanya beberapa hal gak penting ke dia dan menceritakan kenapa gue bs begini dan begitu ke dy. Ini konyol, gue merasa tindakan gue ini sangat konyol, yang entah kenapa gue bisa terpikir dan menyukai hal konyol ini.
Seperti salah satu lirik yg gue denger, gue tidak akan pernah mengganggu kehidupannya, gue cukup merasa puas akan keberadaan gue dan dia yang jauh di sana, gue tidak akan pernah menyentuh apalagi melibatkan keberadaan gue dalam kesehariannya, gue sudah cukup puas untuk mengintip kehidupannya yang dia tuliskan secara singkat di akun twitternya.Gue akan selalu seperti ini sampai waktu yang mengantarkan gue untuk kembali pada dunia nyata.
l o v e,
Defi Octaviany
Senangnya gue bisa melewati minggu yg berat ini, semua permasalahan minggu ini bs gue selesaikan dgn baik walaupun dengan perjuangan ampun2an, dengan air mata yg sukses bikin mata gue kaya kodok tiap harinya dan dengan sukses menurunkan berat badan gue beberapa kilo, hah! Tapi puji Tuhan semua bisa selesai dgn baik, dan gue bs kembali waras menjalankan hari-hari gue.
Oke, itu tadi cuma basa basi gue, dan dengan sangat antusias di sini gue mau membahas tentang secret admirer atau bahasa Indonesianya dikenal dgn pengagum rahasia! Cih, dangdut amet! Pernah punya atau pernah jadi secret admirer? Gue pernah dan sedang! Iya, gue pernah punya pengagum rahasia yg sesekali telv gue trus dimatiin gitu aja, kirim sms dan bla bla bla lainnya, dan itu masih sampe detik ini! Ngerasa keganggu? Banget! Tapi skrg sih gue gak ambil pusing karena gue tau akhirnya bagaimana mengagumi seseorang secara diam-diam.Gue lagi mjd secret admirer seseorang, oke, tepatnya hal ini gue lakuin mulai dari bulan Oktober, sampe sekarang! Gue freak? Keliatannya sih gitu, dan setelah gue cerita hal ini ke salah satu temen gue ya temen gue sependapat kalo gue emang freak! Tapi apapun, gue juga sebenernya gak terlalu paham kenapa dan bagaimana siklus ini bs terjadi, cuma gue mau bilang kalo gue masih bs menyelamatkan diri gue, gue masih belum terlalu jauh melangkah ke batas ke-tidak-normal-an! Hahaha, bertele-tele banget deh, oke, sini gue ceritain..
Gue tidak mau bilang kalo gue ada di tahap depresi sedang tidak mempunyai pasangan, oke, beberapa waktu kemarin gue memang sedang tidak mempunyai peruntungan di masalah cinta-cintaan ini, gue putus sama pacar gue, trus di lain kisah gue mau ditinggal kawin sm bukan pacar gue tapi nawarin gue ke KUA (ini tolol bgt!) dan terakhir gue ditinggal pergi ke Jerman sm seseorang yg menawarkan berbagi kehidupan sama gue yg akhirnya sampe detik ini menyisakan penyesalan luar biasa ke gue karena keterlambatan penyadaran gue kalo he is the man that im searching for! Terdengar biasa-biasa aja kan kisah percintaan gue, hahaha. Tapi berbagai hal yg gue sebutin tadi gak bikin gue akhirnya jadi depresi dan ngerasa kalo gue adalah perempuan yg tidak mempunyai keberuntungan dalam percintaan kok, gue saat ini memang sedang sangat menikmati kehidupan gue, gue lg fokus sm beberapa hal yg jadi target gue di tahun ini dan sedang terlalu sibuk juga buat mengemasi masalah-masalah tadi di atas, dan mungkin jadi tidak tertarik untuk membangun kedekatan dengan siapapun dan mencoba mereject beberapa orang yg mencoba menyinggahi kehidupan gue. Bukan, gue bukannya terlalu pemilih, tapi gue sedang sangat menikmati kehidupan gue, sedang melakukan berbagai hal yg menyenangkan dan bahkan melakukan hal yg baru pertama kali gue lakukan di dalam hidup gue: jadi SECRET ADMIRER! Konyol kan? BANGET! Dan baru kali ini gue merasakan sensasinya, atau kayanya lebih tepatnya gue merasakan keanehan dalam diri gue, hahahah! Gue sedang merasa jatuh cinta sm seseorang yg belum pernah gue temuin seumur hidup gue, gue jadi secret admirer orang yg gue gak kenal sama sekali, gue bisa setiap hari memantau kehidupannya dari tulisan-tulisan kecilnya di twitter, gue sangat tau percintaannya juga dari mention-an di twitternya, gue FREAK bgt! Entah kenapa gue bs sangat jatuh cinta sekali sm seseorang cuma dari tulisan singkatnya di twitter, tulisan yg sama sekali bukan ditujukan ke gue, tulisan yg sebenernya biasa-biasa aja tapi entah dengan rumus apa dia bisa membahasakan itu dengan sangat baik, simple dan membuat gue jatuh cinta! Dan gue melakukan itu sejak Oktober sampai sekarang, gila? IYA GILA BANGET! Gue dengan tekun tiap hari nyontek kehidupannya dari akun twitternya, gue liat akun Facebooknya dan gue juga memperhatikan blognya yg udah lama banget yg gak pernah dy update. Dan gue sudah cukup puas untuk hanya menjangkau itu semua, gue sama sekali tidak berniat untuk berbicara dgnnya, orang yg selama ini gue kagumi diem-diem di otak dan hati gue.
Tapi beberapa minggu yg lalu entah kenapa gue sangat ingin sekali menyapa si oknum korban secret admirer gue, dan keputusan tolol yg gue buat adalah gue mem-follow akun twitternya dan dengan sekuat hati gue menyapanya via DM, saat itu rasanya gue kaya gak bs bergerak, gue deg-degan setengah ampun, gue tolol bgt lah, terlebih saat dy membalas tweet gue, itu rasanya gue kaya mau mengubur diri gue dalem-dalem di tanah merah! Hahahaha. Dan akhirnya dengan kakunya gue nanya beberapa hal gak penting ke dia dan menceritakan kenapa gue bs begini dan begitu ke dy. Ini konyol, gue merasa tindakan gue ini sangat konyol, yang entah kenapa gue bisa terpikir dan menyukai hal konyol ini.
Seperti salah satu lirik yg gue denger, gue tidak akan pernah mengganggu kehidupannya, gue cukup merasa puas akan keberadaan gue dan dia yang jauh di sana, gue tidak akan pernah menyentuh apalagi melibatkan keberadaan gue dalam kesehariannya, gue sudah cukup puas untuk mengintip kehidupannya yang dia tuliskan secara singkat di akun twitternya.Gue akan selalu seperti ini sampai waktu yang mengantarkan gue untuk kembali pada dunia nyata.
l o v e,
Defi Octaviany
Rabu, 18 Januari 2012
18 Januari 2012
Hello universe..
Gue cuma mau nyampah mlm ini, bener-bener butuh tempat sampah dan gue pikir di sini paling tepat. Entah postingan gue ini akan menjadi postingan paling sampah atau gimana nantinya, tapi gue bener-bener butuh wadah!
Oke, hari ini hari Rabu yang adalah semestinya hari yang biasa-biasa aja, oke, semestinya! Dan memang aktivitas gue hari ini juga biasa, normal, cuma minusnya gue sore ini gak ke kampus krn memang lg gak ada ujian, dan entah itu menjadi berkah atau malah buruk di sore hati, I don't know for sure, tapi rentetan hari gue yang biasa ini entah kenapa malah membawa gue ke beribu pikiran, pikiran yang malah menyesatkan keberadaan gue. Ok, let me expalin to you about my "biasa-biasa aja activity".
Pagi tadi adalah pagi yang tidak biasa krn gue yg semestinya bangun jam 5.30 malah meleyeh-leyehkan badan gue sampe jam 7, ih waw, jam 7 biasanya gue bs hampir sampai kantor ini malah baru bangun. Ya, sedikit tidak biasa bukan? Akhirnya dgn tergopoh-gopoh gue sampe kantor jam 8.20, telatlah itu itungannya, tapi cuek ah, kali-kali gpp juga. Sampe kantor gue melakukan rutinitas pekerjaan gue yg biasa gue kerjain jg, gue nyiapin beberapa meeting, bikin memo yg direquest sm GM bagian gue, gue mampir ke ruangan boss gue yg selalu kosong di hari ini, gue mondar mandir sana sini untuk ngurusin beberapa hal yg menurut gue random sekali dan nyanyinyu angkat telp mulai dari yg penting sampe yg paling gk penting yg pengen bgt gue maki-maki (fyi, lg PMS!) dan gue merencanakan mejenguk anak dari salah satu org kantor yg adalah seorang Bapak yg gue cukup deket, oke, sangat deket. Beliau adl Bapak yg entah menganggap gue anak atau temen atau mungkin murid asuhannya, ya itu cuma dia yg tau! Gue ke RS bareng salah satu tmn ktr gue yg cukup deket sama gue. Awalnya terlihat tidak ada yg menarik dari perjalanan kita sampe akhirnya kita sampe di RS yg ruangan yg hrs kita datengin adalah ICU, ok gue ulangin, ICU! Agak bergetar dan ragu saat tmn gue mengajak untk masuk ke ruang ICU, badan gue lemes seketika, entah rasa takut atau apa yang gue rasakan, tp dengan jelas sekali tiba2 sekelibat kenangan muncul di kepala gue! ICU, ruangan yg entah baik atau tidak, tp yg gue tau pasti di ruangan itu salah satu org yg gue sayangin melepaskan hidupnya, dan gue pernah sangat membenci kenyataan dan merengek pada kenyataan di ruangan yg bernama ICU itu! Akhirnya dgn ragu gue menghubungi si Bapak tsb yg anaknya di rawat dan thank God dia nyuruh kita untk dateng ke ruang perawatan di lantai 3, bukan di ruang ICU itu! Ketika gue nemuin si Bapak gue melihat dia agak hancur, ya, orang tua mana yg gak hancur ngeliat anaknya terbaring lemah di ruang ICU! Tapi masih dgn kepribadian yg sama dia dgn ramah menyambut kita, dan gue yg awalnya agak kaku mulai sedikit mencair karena dia yg mencoba membuat keadaan menjadi seperti biasa. Gak banyak yg gue tanyakan, ya hanya seputar keadaan anaknya dan kronologis knp bs kembali lg ke RS dan masuk ke ruang ICU, dgn muka sedih dan muram si Bapak bercerita, dan dalam hati gue seakan mau bilang: gue pernah ada di keadaan itu. Gue, papa, mama, Vicky dan Ita sangat pernah ada dikeadaan seperti itu! Namun, gue sangat tdk ingin merusak waktu td dgn memutar otak gue untuk mengembalikan kpd ingatan terdahulu jadi gue berusaha keras mengalihkan pikiran gue dan mencoba fokus sm pembicaraan kita. Setelah kira-kira setengah jam ngobrol akhirnya dia mengajak kita ke ruang ICU untk melihat kondisi anaknya. Deg! Jantung gue kaya berhenti sesaat, dan sepertinya mulut gue ingin berkata "gak usah", tp untungnya semua masih bs gue kontrol, krn sangat aneh gue yg pny niat ke situ buat jenguk anaknya yg sakit tp ternyata gue gak mau melihat anaknya di ICU. Sungguh ragu ketika gue melangkah ke ruangan itu, membaca papan bertuliskan ICU aja rasanya semua persendian gue ingin lepas, terlebih ketika gue harus mengenakan baju RS khusus ruang ICU, rasanya gue benar-benar mau kabur! Tapi untung dan untung sekali gue bs mengontol semuanya dan super untung ketika kita tdk boleh masuk ICU krn jam besuk sudah habis. Gue bukannya tidak sungguh-sungguh mau menjenguk anaknya si Bapak, tp keberanian gue masih tll ciut untk menginjak ruangan tsb sekalipun itu bukan di RS yg sama! Akhirnya kita hanya bs melihat dari kaca, yg dari kaca itupun semua yg ada di dlm keliatan, keliatan sgt jelas. Tempat tidur, alat-alat, perawat dan pasien ICU yg tertidur lemah sangat terlihat jelas di mata gue, dan ya, bayangan itu, sosok itupun terlihat seperti tertidur di situ, sosok yg sudah beberapa tahun ini meninggalkan kami di sini terlihat berbaring di situ lengkap dengan alat-alat yg menurut gue membunuh hari-harinya! Gue memang bukan org yg fasih mengenai dunia kesehatan, tp gue agak tidak setuju melihat keberadaan pasien-pasien di ICU tsb, buat gue keberadaan orang-orang yg katanya kesehatannya cukup mengkhawatirkan itu di ruang ICU bukannya membuat mrk menjadi pulih dan merasa lebih baik, melainkan sebaiknya! Tiap hari mrk merengek minta dikeluarkan dari ruangan tsb, tiap detik berbagai alat-alat menyiksa itu menempel di tubuh mrk yg membuat tubuh mereka memar kebiruan, tiap saat mrk dibangunkan dgn cara yg tidak wajar agak mrk tidak terlelap dgn dunia alam bawah sadar mrk, dan beberapa tahun yg lalu gue melihat kejadian itu hampir tiap hari! Hari ini seperti membawa gue ke beberapa tahun yg lalu lengkap dengan kesedihan dan rasa kehilangan gue. Membuat gue mengingat kembali bagaimana rengekan "aku mau pulang mama, aku mau kuliah papa" diserukan dgn suara terbatas yg dia ucapkan dengan sekuat tenaga dibibirnya yg kering dan agak luka krn tidak adanya air yang dia konsumsi langsung dari mulutnya. Sekuat tenaga gue mengalihkan pikiran gue, gue menarik diri gue pd kehidupan nyata yg ada di hadapan gue, bukan kenangan beberapa tahun silam! Dan saat ini gue jadi benar-benar merindukannya, lagi dan akan terus merindukannya, entah sampai kapan!
I miss you, my beloved Nancy Lidya Siregar..
l o v e,
Defi Octaviany
Senin, 16 Januari 2012
New Year's Eve
Happy New Year, buddy..
Oke, sekarang udah tgl 15 Januari 2012, yang adalah bukan tahun baru lagi melainkan pertengahan bulan Januari, tapi nyapa blog gue yang cantik ini dengan "Happy New Year" di postingan pertama gue di tahun ini sepertinya tidak haram hukumnya. Ya, mau sedikit berbasa-basi dulu lah, umhh, how was your new year eve? Is it great? Hmm, i hope so! Kalo gue? Umh, ya lumayanlah, kebetulan pas pergantian tahun gue liburan sama keluarga gue di Spore, dan ritual doa tutup tahun kita lakukan di apartement salah satu saudara gue yg berdomisili di situ dan sesudahnya kita sama-sama liat fireworks di Marina Bay. Itu lumayan kan? Hahaha, semoga! Well, berkaitan dengan new years eve dan tahun 2012 yang sangat fenomenal ini (soalnya gosip-gosip yang hot tahun 2011 kemarin kan tahun ini kiamat), gue mau sedikit cerita atau mungkin lebih tepatnya berbagi tentang sebuah film yang baru aja gue tonton, film yang buat gue keren banget buat ngawalin tahun ini, film yang bisa dibilang menginspirasi tapakan kehidupan kita di kedepannya, ya pokoknya film yang sangat gue rekomendasikan buat ditonton! Ya, judul filmnya New Year's Eve. Film yang berlatar belakangkan kota New York yang sangat metropolis dan dari dulu banget adalah kota yang sangat gue idam-idamkan buat ke situ! Gosh, i MUST go there!
Kalau ada yang udah nonton film itu, pasti sependapat kalau cerita yang ada di film itu luar biasa bagus dan ya kaya tadi gue bilang, sangat memotivasi! Film itu bercerita tentang new year's eve, atau bahasa Indonesianya malam tahun baru, dimana semua masyarakat New York bahkan semua masyarakat dunia sangat antusias melewati tahun yang akan berakhir dan menyambut tahun baru, beberapa orang mulai sibuk menyiapkan pesta dan pernak pernik meriah tahun baru lainnya, beberapa juga mulai berpikir dengan siapa saya harus melewatkan tahun ini dan tidak sedikit yang menyiapkan list resolusi tahun baru! Dan dalam film itu terlihat sekali warga New York mulai disibukkan oleh ritual tahun baru kota itu dengan melepaskan balon yang ada di tengah kota, di Times Square. Tapi gak cuma itu inti dari cerita pergantian tahunnya, di situ ada beberapa kisah yang awalnya terlihat sangat random tapi ternyata alurnya begitu bagus dan mencengangkan! Gue tidak akan bercerita tentang sinopsis cerita dari film tersebut, karena gue lebih tertarik membahas beberapa hal yang gue dapet yang akhirnya gue simpan dicatatan pribadi kehidupan gue, dan di sini gue dengan sangat antusias umtuk berbagi kepada semua orang yang punya sedikit waktu buat ngelirik blog gue.
Dari film itu gue mempelajari banyak hal, film itu kaya mengingatkan gue kembali kalau ternyata di suatu perjalanan yang namanya kehidupan ini ada banyak sekali hal yang terlihat mudah namun dalam pelaksanaannya sangat sulit dilakukan! Pertama adalah pelajaran tentang menepati janji. Sounds so easy and simple to do, but I swear its so difficult to make it happen! Mengumbar seribu kata yang masuk dalam pengertian janji emang gampang, gampang banget, itu cuma kaya tinggal kasih perintah dari otak ke mulut buat merangkai beberapa kata jadi sebuah kalimat yang ternyata tanpa kita sadari itu membawa pada suatu kesimpulan yang dinamakan janji, yang nantinya harus dipenuhi sesuai dengan waktu yang sudah disepakati atau mungkin juga sampai dengan batas waktu tidak tertentu, ya pokoknya itu sesuai dengan kesepakatan yang dibikin. Dan celakanya kita sebagai manusia seringkali berbicara dulu lalu berpikir (terutama dalam keadaan genting), yang pada akhirnya itu membuahkan beban tersendiri buat kita! Kalau istilah di negeri kita, utang adalah janji, yang berarti utang lo gak akan bisa terbayar lunas kalau janji lo belum bisa ditepatin. Tapi budaya masyarakat kita yang sering gue temuin bahkan gue alami sendiri adalah: gunakan seribu satu cara buat pura-pura melupakan utang! Huh, miris! Itu berarti kita juga akan menghalalkan seribu cara buat pura-pura lupa sama janji kita yang pada akhirnya itu tidak akan pernah terwujud, sampai kapanpun! Tapi dari cerita film ini gue belajar untuk bagaimana gue yang adalah orang biasa-biasa saja ini menepati setiap janji yang pernah gue ucapkan kepada sesorang atau bahkan kepada diri gue sendiri. Di film itu gue melihat bagaimana seseorang mengingat setiap janji yang pernah dia bikin, bagaimana dia berpikir untuk menepati janjinya dan bagaimana akhirnya dia punya usaha buat mewujudkan itu semua! Itu KEREN! Hal yang terlihat sepele itu ternyata punya makna yang besar buat orang lain dan buat diri sendiri. Setiap keputusan yang kita bikin untuk memenuhi janji itu memang pada akhirnya akan mengantarkan kita pada suatu situasi yang siapapun tidak bisa menjamin kesuksesannya, tapi gue sangat yakin akan ada rasa tersendiri yang kita dapet kalau kita telah menyelesaikan janji itu. Itu akan menjadi baik atau tidak, kita gak tau, tapi rasa bahwa hutang lo terlunasi adalah perasaan luar biasa yang pada akhirnya elo akan memberi penghargaan pada diri lo kalau "Im not a Loser!".
Hal kedua yang gue dapet adalah keterkaitan dari ritual janji tadi, menunggu! Ya, siapa sih yang suka nunggu, siapa yang sabar nunggu, dan siapa yang rela buat nunggu, apalagi nunggu hal yang tidak pasti, yang masih sangat tidak jelas kapan waktunya tiba. Gini, kalau nunggu pengumuman kelulusan atau nunggu gaji cair itu pasti, elo tau sampai batas kapan elo akan nunggu dan elo juga sangat tau kalau itu pasti akan terjadi, kemungkinan tidak akan terjadi itu cuma 3%, ya kalau ada keterlambatan itu lain soal ya, tapi akhir yang lo tau adalah it will hapen! Jadi, kita gak pernah akan ada di situasi gambling, karena dari awal lo udah tau kalau itu akan terjadi! Nah, beda cerita kalau elo nunggu janji yang terucap dari mulut orang lain, janji yang ternyata elo tau itu butuh usaha keras buat mewujudkannya, janji yang elo bingung mau percaya apa engga tapi elo sangat menginginkan itu! Seperti dalam cerita di film ini, dimana seseorang pada akhirnya memutuskan untuk menunggu orang yang sudah menjanjikan satu hal yang sebenarnya dia juga gak tau akhirnya akan kaya apa, tapi entah keyakinan apa yang dia punya, dia mau nunggu! Hal kecil yang ternyata kalau kita mau tekun ngejalaninnya itu akan membuahkan hal yang luar biasa. Gue paling benci nunggu, gue adalah tipe orang yang gak sabaran, gue sangat tidak suka kalau gue diperintahkan untuk menunggu! Gue bisa mengutuk dalam hati kalau gue di suruh nunggu, gue bisa ngeluarin rentetan sumpah serapah buat orang yang nyuruh gue nunggu, dalam hal apapun! Dan sekarang ternyata gue sedang mengalami itu! Gue sedang terikat satu janji yang diucapkan oleh bukan pacar tapi bukan juga teman gue, janji yang sebenernya udah beberapa kali dia bilang kalau dia inget akan hal-hal yang sempet dia janjikan itu, janji yang dia sangat yakin akan dia penuhi kalau waktunya sudah benar-benar tepat, dan janji yang ternyata dia ucapkan pada orang yang tidak suka menunggu yaitu gue! Ya, hampir tiap hari gue mengirimkan pesan singkat sama dia, hampir tiap hari gue coba menghubunginya dan gilanya hampir tiap hari gue seperti merasa tidak sabar akan ke-egois-an waktu yang dia bilang itu waktu yang tepat yang adalah buat dia, bukan buat gue! Demi apapun gue selalu berpikir kenapa laki-laki selalu diciptakan komplit dengan keegoisan, kenapa kompromi yang selalu dia berikan itu selalu berkiblat kepada dirinya, bukan mencoba mengkombinasikan dengan siapa dia sedang mempunyai urusan! Tapi, ya dengan tarikan napas yang panjang gue mulai belajar akan pelajaran menunggu itu! Film ini seperti mencoba mengesampingkan bahkan sedikit-sedikit menghapus keraguan gue tentang kekecewaan dari aktifitas menunggu itu, kalau ternyata apapun itu, masih banyak hal luar biasa yang sedang mengantri untuk lo jalanin. Percaya atau engga, itu kembali lagi sama masing-masing pribadi lo! Yang jelas, menunggu itu tidak sepenuhnya hal menjijikkan yang pernah ada di dunia ini, tapi itu adalah karisma tersembunyi yang terselip harapan baik didalamnya!
Ketiga adalah hal tentang memaafkan! Huh, perlu tarikan napas yang lebih panjang ketika gue akan membahas ini. Buat gue ini adalah hal tersulit di dunia, ini bener-bener pekerjaan yang melibatkan setiap aspek yang ada di seluruh tubuh lo, dan ini adalah bagian dimana elo tidak bisa lagi menomorsatukan bakat acting lo! Ya, terdengar sangat mengerikan memang! di cerita film ini ada seorang cewe yang ditinggalkan pacarnya karena pacarnya itu belum siap sama sebuah komitmen, yang pada akhirnya bikin si cowo itu kabur menghilang entah kemana. Nyebelin dan nyakitin banget emang, tapi akhirnya si cowo itu dateng lagi ke cewenya untuk meminta maaf atas kesalahan yang juga ketololan luar biasa menurutnya. Awalnya si cewe ragu buat maafin, tapi mungkin dengan berbagai pertimbangan dan kebijaksanaan akhirnya cowo itu termaafkan. How romantic! Dan ya, kedengeran sepele memang kisahnya, tapi kalo kita ada di posisi itu mungkin ini akan menjadi tidak mudah. Begitupula dengan kehidupan nyata yang ada, yang dimana kita gak hidup sendirian, kita kita setiap hari harus bersosialisasi sama orang lain, kita harus punya bagian di kehidupan orang lain dan melibatkan orang lain di bagian kehidupan kita juga yang juga gak jarang ada aja kejadian pahit yang dilakukan orang lain ke kita atau kita lakuin ke orang lain, sampe akhirnya kita ada diposisi harus memaafkan atau meminta maaf. Percaya sama gue, hal meminta maaf dan memaafkan itu sama-sama sulit! Perlu jiwa besar buat ngakuin kesalahan kita ke orang lain dan perlu jiwa kesatria buat maafin kesalahan orang lain! Itu sulit, gue akan mengulang kata sulit berkali-kali itu karena memang itu sangat sulit! Dan sampai pada detik ini gue belum bisa 100% mengaplikasikan praktek memaafkan itu sendiri dalam kehidupan gue, tidak pada hari biasa, tidak pada hari besar kenegaraan, tidak pada hari Natal dan tidak juga pada Tahun Baru ini, gue bener-bener belum bisa melakukan itu. Padahal dalam film ini digambarkan dengan jelas kalau ternyata kegiatan memaafkan itu adalah proses yang menyenangkan dan menenangkan di kedepannya. Memaafkan bisa kaya ngangkat beban segede batu yang selama ini mengganjal pikiran dan hati lo, memaafkan itu juga bisa dengan sendirinya memberikan aura positif yang lebih buat diri kita, tapi tanpa banyak pembelaan gue masih tetap bilang itu semua sulit! Cuma mungkin sedikit banyak gue memang harus belajar untuk itu, mungkin gue bisa memulai dari hal-hal kecil yang supaya kalau gue sudah bisa menikmati indahnya memaafkan gue bisa berbagi di sini, tanpa harus menjadi object yang banyak bicara saja. Semoga!
Keempat adalah pelajaran tentang mempunyai mimpi dan keberanian buat mewujudkannya! Well, pembahasan tentang mimpi pernah gue bahas di blog gue ini, kalo lagi gak ada kerjaan boleh dilirik sebentar ke postingan gue yang judulnya mimpi, yang semoga isinya cukup memuaskan. Pada cerita di film ini, ada seorang perempuan berusia setengah baya yang punya resolusi yang harus dia penuhi sebelum tahun berganti, dan yang mencengangkan dia punya beberapa list resolusi (bukan hanya satu, tapi beberapa!) yang harus terpenuhi hari itu juga, bayangin, satu hari sebelum tengah malem! Akhirnya perempuan ini ketemu seorang cowok yang usianya lebih muda dari dia yang membantu dia mewujudkan semua resolusinya, dan sungguh menakjubkan perlahan-lahan tapi pasti satu per satu list resolusi itu bisa mereka kerjakan dengan sempurna. Kesimpulannya adalah tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini! So? Tunggu apa lagi, silakan kerjakan mimpi-mimpi kalian mumpung tahun 2012 ini masih panjang!
Good luck!
l o v e,
Defi Octaviany
Oke, sekarang udah tgl 15 Januari 2012, yang adalah bukan tahun baru lagi melainkan pertengahan bulan Januari, tapi nyapa blog gue yang cantik ini dengan "Happy New Year" di postingan pertama gue di tahun ini sepertinya tidak haram hukumnya. Ya, mau sedikit berbasa-basi dulu lah, umhh, how was your new year eve? Is it great? Hmm, i hope so! Kalo gue? Umh, ya lumayanlah, kebetulan pas pergantian tahun gue liburan sama keluarga gue di Spore, dan ritual doa tutup tahun kita lakukan di apartement salah satu saudara gue yg berdomisili di situ dan sesudahnya kita sama-sama liat fireworks di Marina Bay. Itu lumayan kan? Hahaha, semoga! Well, berkaitan dengan new years eve dan tahun 2012 yang sangat fenomenal ini (soalnya gosip-gosip yang hot tahun 2011 kemarin kan tahun ini kiamat), gue mau sedikit cerita atau mungkin lebih tepatnya berbagi tentang sebuah film yang baru aja gue tonton, film yang buat gue keren banget buat ngawalin tahun ini, film yang bisa dibilang menginspirasi tapakan kehidupan kita di kedepannya, ya pokoknya film yang sangat gue rekomendasikan buat ditonton! Ya, judul filmnya New Year's Eve. Film yang berlatar belakangkan kota New York yang sangat metropolis dan dari dulu banget adalah kota yang sangat gue idam-idamkan buat ke situ! Gosh, i MUST go there!
Kalau ada yang udah nonton film itu, pasti sependapat kalau cerita yang ada di film itu luar biasa bagus dan ya kaya tadi gue bilang, sangat memotivasi! Film itu bercerita tentang new year's eve, atau bahasa Indonesianya malam tahun baru, dimana semua masyarakat New York bahkan semua masyarakat dunia sangat antusias melewati tahun yang akan berakhir dan menyambut tahun baru, beberapa orang mulai sibuk menyiapkan pesta dan pernak pernik meriah tahun baru lainnya, beberapa juga mulai berpikir dengan siapa saya harus melewatkan tahun ini dan tidak sedikit yang menyiapkan list resolusi tahun baru! Dan dalam film itu terlihat sekali warga New York mulai disibukkan oleh ritual tahun baru kota itu dengan melepaskan balon yang ada di tengah kota, di Times Square. Tapi gak cuma itu inti dari cerita pergantian tahunnya, di situ ada beberapa kisah yang awalnya terlihat sangat random tapi ternyata alurnya begitu bagus dan mencengangkan! Gue tidak akan bercerita tentang sinopsis cerita dari film tersebut, karena gue lebih tertarik membahas beberapa hal yang gue dapet yang akhirnya gue simpan dicatatan pribadi kehidupan gue, dan di sini gue dengan sangat antusias umtuk berbagi kepada semua orang yang punya sedikit waktu buat ngelirik blog gue.
Dari film itu gue mempelajari banyak hal, film itu kaya mengingatkan gue kembali kalau ternyata di suatu perjalanan yang namanya kehidupan ini ada banyak sekali hal yang terlihat mudah namun dalam pelaksanaannya sangat sulit dilakukan! Pertama adalah pelajaran tentang menepati janji. Sounds so easy and simple to do, but I swear its so difficult to make it happen! Mengumbar seribu kata yang masuk dalam pengertian janji emang gampang, gampang banget, itu cuma kaya tinggal kasih perintah dari otak ke mulut buat merangkai beberapa kata jadi sebuah kalimat yang ternyata tanpa kita sadari itu membawa pada suatu kesimpulan yang dinamakan janji, yang nantinya harus dipenuhi sesuai dengan waktu yang sudah disepakati atau mungkin juga sampai dengan batas waktu tidak tertentu, ya pokoknya itu sesuai dengan kesepakatan yang dibikin. Dan celakanya kita sebagai manusia seringkali berbicara dulu lalu berpikir (terutama dalam keadaan genting), yang pada akhirnya itu membuahkan beban tersendiri buat kita! Kalau istilah di negeri kita, utang adalah janji, yang berarti utang lo gak akan bisa terbayar lunas kalau janji lo belum bisa ditepatin. Tapi budaya masyarakat kita yang sering gue temuin bahkan gue alami sendiri adalah: gunakan seribu satu cara buat pura-pura melupakan utang! Huh, miris! Itu berarti kita juga akan menghalalkan seribu cara buat pura-pura lupa sama janji kita yang pada akhirnya itu tidak akan pernah terwujud, sampai kapanpun! Tapi dari cerita film ini gue belajar untuk bagaimana gue yang adalah orang biasa-biasa saja ini menepati setiap janji yang pernah gue ucapkan kepada sesorang atau bahkan kepada diri gue sendiri. Di film itu gue melihat bagaimana seseorang mengingat setiap janji yang pernah dia bikin, bagaimana dia berpikir untuk menepati janjinya dan bagaimana akhirnya dia punya usaha buat mewujudkan itu semua! Itu KEREN! Hal yang terlihat sepele itu ternyata punya makna yang besar buat orang lain dan buat diri sendiri. Setiap keputusan yang kita bikin untuk memenuhi janji itu memang pada akhirnya akan mengantarkan kita pada suatu situasi yang siapapun tidak bisa menjamin kesuksesannya, tapi gue sangat yakin akan ada rasa tersendiri yang kita dapet kalau kita telah menyelesaikan janji itu. Itu akan menjadi baik atau tidak, kita gak tau, tapi rasa bahwa hutang lo terlunasi adalah perasaan luar biasa yang pada akhirnya elo akan memberi penghargaan pada diri lo kalau "Im not a Loser!".
Hal kedua yang gue dapet adalah keterkaitan dari ritual janji tadi, menunggu! Ya, siapa sih yang suka nunggu, siapa yang sabar nunggu, dan siapa yang rela buat nunggu, apalagi nunggu hal yang tidak pasti, yang masih sangat tidak jelas kapan waktunya tiba. Gini, kalau nunggu pengumuman kelulusan atau nunggu gaji cair itu pasti, elo tau sampai batas kapan elo akan nunggu dan elo juga sangat tau kalau itu pasti akan terjadi, kemungkinan tidak akan terjadi itu cuma 3%, ya kalau ada keterlambatan itu lain soal ya, tapi akhir yang lo tau adalah it will hapen! Jadi, kita gak pernah akan ada di situasi gambling, karena dari awal lo udah tau kalau itu akan terjadi! Nah, beda cerita kalau elo nunggu janji yang terucap dari mulut orang lain, janji yang ternyata elo tau itu butuh usaha keras buat mewujudkannya, janji yang elo bingung mau percaya apa engga tapi elo sangat menginginkan itu! Seperti dalam cerita di film ini, dimana seseorang pada akhirnya memutuskan untuk menunggu orang yang sudah menjanjikan satu hal yang sebenarnya dia juga gak tau akhirnya akan kaya apa, tapi entah keyakinan apa yang dia punya, dia mau nunggu! Hal kecil yang ternyata kalau kita mau tekun ngejalaninnya itu akan membuahkan hal yang luar biasa. Gue paling benci nunggu, gue adalah tipe orang yang gak sabaran, gue sangat tidak suka kalau gue diperintahkan untuk menunggu! Gue bisa mengutuk dalam hati kalau gue di suruh nunggu, gue bisa ngeluarin rentetan sumpah serapah buat orang yang nyuruh gue nunggu, dalam hal apapun! Dan sekarang ternyata gue sedang mengalami itu! Gue sedang terikat satu janji yang diucapkan oleh bukan pacar tapi bukan juga teman gue, janji yang sebenernya udah beberapa kali dia bilang kalau dia inget akan hal-hal yang sempet dia janjikan itu, janji yang dia sangat yakin akan dia penuhi kalau waktunya sudah benar-benar tepat, dan janji yang ternyata dia ucapkan pada orang yang tidak suka menunggu yaitu gue! Ya, hampir tiap hari gue mengirimkan pesan singkat sama dia, hampir tiap hari gue coba menghubunginya dan gilanya hampir tiap hari gue seperti merasa tidak sabar akan ke-egois-an waktu yang dia bilang itu waktu yang tepat yang adalah buat dia, bukan buat gue! Demi apapun gue selalu berpikir kenapa laki-laki selalu diciptakan komplit dengan keegoisan, kenapa kompromi yang selalu dia berikan itu selalu berkiblat kepada dirinya, bukan mencoba mengkombinasikan dengan siapa dia sedang mempunyai urusan! Tapi, ya dengan tarikan napas yang panjang gue mulai belajar akan pelajaran menunggu itu! Film ini seperti mencoba mengesampingkan bahkan sedikit-sedikit menghapus keraguan gue tentang kekecewaan dari aktifitas menunggu itu, kalau ternyata apapun itu, masih banyak hal luar biasa yang sedang mengantri untuk lo jalanin. Percaya atau engga, itu kembali lagi sama masing-masing pribadi lo! Yang jelas, menunggu itu tidak sepenuhnya hal menjijikkan yang pernah ada di dunia ini, tapi itu adalah karisma tersembunyi yang terselip harapan baik didalamnya!
Ketiga adalah hal tentang memaafkan! Huh, perlu tarikan napas yang lebih panjang ketika gue akan membahas ini. Buat gue ini adalah hal tersulit di dunia, ini bener-bener pekerjaan yang melibatkan setiap aspek yang ada di seluruh tubuh lo, dan ini adalah bagian dimana elo tidak bisa lagi menomorsatukan bakat acting lo! Ya, terdengar sangat mengerikan memang! di cerita film ini ada seorang cewe yang ditinggalkan pacarnya karena pacarnya itu belum siap sama sebuah komitmen, yang pada akhirnya bikin si cowo itu kabur menghilang entah kemana. Nyebelin dan nyakitin banget emang, tapi akhirnya si cowo itu dateng lagi ke cewenya untuk meminta maaf atas kesalahan yang juga ketololan luar biasa menurutnya. Awalnya si cewe ragu buat maafin, tapi mungkin dengan berbagai pertimbangan dan kebijaksanaan akhirnya cowo itu termaafkan. How romantic! Dan ya, kedengeran sepele memang kisahnya, tapi kalo kita ada di posisi itu mungkin ini akan menjadi tidak mudah. Begitupula dengan kehidupan nyata yang ada, yang dimana kita gak hidup sendirian, kita kita setiap hari harus bersosialisasi sama orang lain, kita harus punya bagian di kehidupan orang lain dan melibatkan orang lain di bagian kehidupan kita juga yang juga gak jarang ada aja kejadian pahit yang dilakukan orang lain ke kita atau kita lakuin ke orang lain, sampe akhirnya kita ada diposisi harus memaafkan atau meminta maaf. Percaya sama gue, hal meminta maaf dan memaafkan itu sama-sama sulit! Perlu jiwa besar buat ngakuin kesalahan kita ke orang lain dan perlu jiwa kesatria buat maafin kesalahan orang lain! Itu sulit, gue akan mengulang kata sulit berkali-kali itu karena memang itu sangat sulit! Dan sampai pada detik ini gue belum bisa 100% mengaplikasikan praktek memaafkan itu sendiri dalam kehidupan gue, tidak pada hari biasa, tidak pada hari besar kenegaraan, tidak pada hari Natal dan tidak juga pada Tahun Baru ini, gue bener-bener belum bisa melakukan itu. Padahal dalam film ini digambarkan dengan jelas kalau ternyata kegiatan memaafkan itu adalah proses yang menyenangkan dan menenangkan di kedepannya. Memaafkan bisa kaya ngangkat beban segede batu yang selama ini mengganjal pikiran dan hati lo, memaafkan itu juga bisa dengan sendirinya memberikan aura positif yang lebih buat diri kita, tapi tanpa banyak pembelaan gue masih tetap bilang itu semua sulit! Cuma mungkin sedikit banyak gue memang harus belajar untuk itu, mungkin gue bisa memulai dari hal-hal kecil yang supaya kalau gue sudah bisa menikmati indahnya memaafkan gue bisa berbagi di sini, tanpa harus menjadi object yang banyak bicara saja. Semoga!
Keempat adalah pelajaran tentang mempunyai mimpi dan keberanian buat mewujudkannya! Well, pembahasan tentang mimpi pernah gue bahas di blog gue ini, kalo lagi gak ada kerjaan boleh dilirik sebentar ke postingan gue yang judulnya mimpi, yang semoga isinya cukup memuaskan. Pada cerita di film ini, ada seorang perempuan berusia setengah baya yang punya resolusi yang harus dia penuhi sebelum tahun berganti, dan yang mencengangkan dia punya beberapa list resolusi (bukan hanya satu, tapi beberapa!) yang harus terpenuhi hari itu juga, bayangin, satu hari sebelum tengah malem! Akhirnya perempuan ini ketemu seorang cowok yang usianya lebih muda dari dia yang membantu dia mewujudkan semua resolusinya, dan sungguh menakjubkan perlahan-lahan tapi pasti satu per satu list resolusi itu bisa mereka kerjakan dengan sempurna. Kesimpulannya adalah tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini! So? Tunggu apa lagi, silakan kerjakan mimpi-mimpi kalian mumpung tahun 2012 ini masih panjang!
Good luck!
l o v e,
Defi Octaviany
Langganan:
Komentar (Atom)