Inget blog yg gue posting sekitar bulan September akhir? Yang di situ gue cerita mengenai gue dengan seluk beluk usaha gue untuk menjadi seorang PA VP. Oke, ini bulan ke 3 gue jadi PA VP Gas, dan di bulan ini juga gue telah merasakan apa yang namanya "kenyamanan" atas hubungan gue dengan boss gue. Kita punya karakter yang sedikit banyak sama, punya kebiasaan yang hampir sama juga, dan dengan zodiak yang serupa membuat kita menjadi hampir merasa cocok antara satu dengan yang lain. Tapi ternyata gak selamanya keseragaman itu berdampak positif, karena untuk beberapa hal kita butuh sesuatu yang berbeda yang akhirnya bisa melengkapi antara satu dengan yang lainnya. Dan hal itu terjadi di kehidupan pekerjaan kita, seringkali boss gue marah karena ketidakpuasannya atas pekerjaan gue, hal-hal yang menurut gue simple ternyata tidak buat dia, hal-hal yang sering terlupakan oleh gue ternyata menjadi bumerang sekali karena dia juga tipe orang yang mudah lupa, keseragaman itu kini menjadi batu sandungan di hubungan kami. Tak jarang dia berbicara dengan nada keras kepada gue, menyeritkan alis, menyipitkan mata, dan akhirnya menyuruh gue keluar dari ruangannya. Dan setelah itu apa kabarnya gue?! Sedih? Nangis? Bete? Sebel? Ya, kesemuanya itu jadi campur aduk dan terkadang membuat gue enggan untuk berinteraksi dengan boss gue. Tapi layakanya orang dewasa bersikap, dia mencoba untuk mendekat lagi kepada gue dan menetralkan hal-hal yang buruk tadi, cukup berjiwa besar memang, dan hal-hal kecil ini yang bikin gue jatuh cinta sama dia.
Cuma sayangnya buih-buih kebersamaan itu harus luntur seketika, terlalu singkat bahkan, pengenalan yang sudah cukup mendalam dan rasa yang mengebu-gebu harus selesai ketika dia memutuskan untuk pergi meninggalkan gue, kami, di sini, di tempat dimana dia belajar menjadi sesorang yang bijaksana, di tempat ia mengeluhkan setiap keletihannya lewat raut wajahnya, di tempat gue dan dia memulai cerita yang kita harus puas kalau ini semua hanya sebentar saja. Dan hari ini, hari dimana hari pertama gue tau keadaan yang sebenarnya, hari dimana ketika gue sampai kantor gue melihat mejanya yang kosong dan akan terus seperti itu, hari dimana hal yg gue lakukan ketika gue duduk di bangku yang biasa gue tempatin untuk berkomunikasi dengan dia gue menangis tersedu-sedu, hari dimana semua mata menatap gue dengan raut "pertanyaan" dan hari dimana gue melihat sejumlah orang bersedih untuk keputusan itu. Kehilangan! Mungkin itu kata yang tepat yang bisa menggambarkan keadaan gue dan beberapa orang di sini. Sekilas gue teringat akan sosoknya ketika dia sedang berbicara, sedang mencoba tersenyum sebaik mungkin, bahkan sedang menegangkan wajah tanda keseriusan atau kekecewaan. Semuanya masih jelas banget di ingatan gue, semuanya lagi dan lagi membuat gue seperti tersambar petir lalu kehilangan arah. Untuk kedua kalinya gue menangis dan untuk kesekian kalinya gue menahan air mata ketika beberapa orang menanyakan keberadaannya.
Kenapa harus seperti ini? Kenapa terkesan terburu-buru? Kenapa tidak dipikirkan lagi? Rentetan pertanyaan yang berkecamuk di kepala gue dan terjawab semua olehnya. "Tidak ada kesan terburu-buru, semua sudah dipikirkan" begitu katanya. Jawaban yang santai namun pasti, yang membuat siapapun yang mendengarnya gak akan membantah bakhan menciptakan pertanyaan baru. Dan sekarang hati gue bener-bener acak-acakan, gue seperti tidak siap dan cenderung takut akan kehilangan ini, gue seperti orang yang kehilangan arah dan sesungguhnya hanya ingin duduk di sudut untuk menikmati perihnya rasa ini. Sungguh, gue seakan terhanyut oleh sebuah tontonan drama cengeng, yang pada akhirnya membuat gue ingin menghentikan tontonan itu secepat mungkin dan mengubahnya menjadi sesuatu yang jauh lebih bahagia. Tapi, ternyata gue tidak terlalu punya kuasa untuk menghentikan dan merubah itu semua, surat permohonan pensiun dini sudah diproses, e-mail perpisahan telah terkirim dan segala urusan administrasi sedang dikerjakan. Gue bener-bener tidak bisa melakukan apapun, bahkan untuk menghibur diri gue sendiri pun gue tidak mampu!
Satu kutipan yang gue dapet dari dia, dalam sebuah blog..
"Bahwa kepergian dan kisah yang pernah ada merupakan ikatan benang merah di antara kita adalah selalu menjadi harapan, walau semakin lama semakin terasa tidak perlu"
Ya, semoga tiap rasa yang pernah ada bisa menjadi harapan, sekalipun semakin lama akan terasa tidak perlu. Doaku akan selalu untukmu, Pak. Sampai jumpa di lain kondisi dan posisi!
l o v e,
Defi Octaviany
I love to share everything that I know and all the things about me, you and our lovely life. Just stay tuned and you'll find something interesting that will make you feel at home to keep reading.
Welcome to My Paradise..
Hell o readers!
Okay, give me some space to promote my self. Im Defi octaviany, I was born on October 7th 1989 in Jakarta and also grows in Jakarta. I love pink, I love mama papa, I love babies, I love doing something stupid, I love laughing, I love you, and the most importantly I LOVE MY SELF. Yepp, let's go to the world of fantasy!!
Okay, give me some space to promote my self. Im Defi octaviany, I was born on October 7th 1989 in Jakarta and also grows in Jakarta. I love pink, I love mama papa, I love babies, I love doing something stupid, I love laughing, I love you, and the most importantly I LOVE MY SELF. Yepp, let's go to the world of fantasy!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar