Selasa, 24 September 2013
Hari ini saya membuka lembaran baru dari cerita hidup saya, lembaran yang saya yakin akan bercerita tentang kebahagiaan dan berkat yang melimpah. Hari juga juga saya yakin akan menjadi hari terakhir saya menyimpan rasa itu, kenangan itu dan semua hal tentang dia. Doa pagi ini, kesesakan pagi ini dan air mata pagi ini adalah tanda bahwa saya telah melepaskannya dengan ikhlas.
Semuanya sudah cukup, selesai, begitu katanya kemarin, aku sudah punya calon istri. Itu adalah kata perpisahan darinya yang ingin sekali saya tampar wajahnya ketika mengatakan itu. Tapi pagi ini saya bersyukur untuk setiap kalimat yang telah keluar dari mulutnya, karena kalimat itu yang bisa membuat saya menjadi kuat hari ini, kalimat itu yang membuat saya berani untuk menutup cerita itu, kalimat itu yang membuat saya yakin kalau dia memang bukan yang terbaik buat saya.
l o v e
Defi Octaviany
Seat of Emotion
I love to share everything that I know and all the things about me, you and our lovely life. Just stay tuned and you'll find something interesting that will make you feel at home to keep reading.
Welcome to My Paradise..
Hell o readers!
Okay, give me some space to promote my self. Im Defi octaviany, I was born on October 7th 1989 in Jakarta and also grows in Jakarta. I love pink, I love mama papa, I love babies, I love doing something stupid, I love laughing, I love you, and the most importantly I LOVE MY SELF. Yepp, let's go to the world of fantasy!!
Okay, give me some space to promote my self. Im Defi octaviany, I was born on October 7th 1989 in Jakarta and also grows in Jakarta. I love pink, I love mama papa, I love babies, I love doing something stupid, I love laughing, I love you, and the most importantly I LOVE MY SELF. Yepp, let's go to the world of fantasy!!
Senin, 23 September 2013
Selasa, 02 April 2013
Tentang Dia
Tulisan ini tentang dia, untuk dia, dan saya tulis khusus untuk mengenangnya yang kini sudah pergi dari kehidupan saya.
Dia bukanlah laki-laki yang bisa dibanggakan karena parasnya yang rupawan, bukan karena itu, tapi dia berhasil membuat saya tergila-gila kepadanya karena ketulusan hatinya, kecerdasan emosionalnya dan kemampuannya memperlakukan orang-orang disekitarnya.
Dia adalah tempat dimana saya letakkan semua rasa yang saya punya, semua harapan masa depan, dan impian-impian kehidupan sempurna lainnya.
Tapi kehidupan berkata lain..
Kami menyebut Tuhan kami berbeda, kami ternyata memiliki perbedaan yang bahkan rasa yang kami punya pun tidak mampu untuk menyelamatkan kami.
Saya kehilangan dia dengan beribu kecewa yang kami punya, saya melepaskan dia dengan kesalahan terbesar saya.
Kini saya sendiri, atau bahkan sekarang saya mencoba mengalihkan pikiran saya, tapi sampai saat ini saya rasa itu tidak berhasil, saya terlalu mencintainya, saya baru sadar itu.
Saya kehilangan dia, untuk kali ini betul-betul harus puas hanya dengan melihat punggungnya saja.
Kebahagiaan, cepatlah datang, saya terlalu bosan larut dalam kesedihan ini. Atau bahkan, kehidupan, bolehkan kami diberikan kesempatan untuk memperbaiki rasa yang kami punya?
l o v e,
Defi Octaviany
Dia bukanlah laki-laki yang bisa dibanggakan karena parasnya yang rupawan, bukan karena itu, tapi dia berhasil membuat saya tergila-gila kepadanya karena ketulusan hatinya, kecerdasan emosionalnya dan kemampuannya memperlakukan orang-orang disekitarnya.
Dia adalah tempat dimana saya letakkan semua rasa yang saya punya, semua harapan masa depan, dan impian-impian kehidupan sempurna lainnya.
Tapi kehidupan berkata lain..
Kami menyebut Tuhan kami berbeda, kami ternyata memiliki perbedaan yang bahkan rasa yang kami punya pun tidak mampu untuk menyelamatkan kami.
Saya kehilangan dia dengan beribu kecewa yang kami punya, saya melepaskan dia dengan kesalahan terbesar saya.
Kini saya sendiri, atau bahkan sekarang saya mencoba mengalihkan pikiran saya, tapi sampai saat ini saya rasa itu tidak berhasil, saya terlalu mencintainya, saya baru sadar itu.
Saya kehilangan dia, untuk kali ini betul-betul harus puas hanya dengan melihat punggungnya saja.
Kebahagiaan, cepatlah datang, saya terlalu bosan larut dalam kesedihan ini. Atau bahkan, kehidupan, bolehkan kami diberikan kesempatan untuk memperbaiki rasa yang kami punya?
l o v e,
Defi Octaviany
Minggu, 10 Maret 2013
Tentang Rasa
Saya adalah orang yang membenci proses, membenci tahapan-tahapan lambat yang memaksa saya untuk menunggu sebuah hasil, namun tanpa saya sadari saya menikmati proses itu, proses dimana saya bisa belajar, memahami, dan akhirnya menerima semua alur yang memang di-setting untuk saya.
Pada bagian ini, saya benci pada proses menjalin hubungan dengan seseorang, yang sejujurnya saya sangat mendalami peran dalam proses itu. Saya tersesat, ya, sekarang saya tersesat akan peran yang saya mainkan, saya meng-improvisasi peran saya terlalu banyak dan jauh, hingga akhirnya saya tersesat!
Saya sungguh mencintai dia, sangat membutuhkan dia dalam setiap aspek kehidupan saya, tetapi kenyataan bodoh dari proses ini adalah bagian yang paling saya benci, yaitu saya tidak akan pernah bisa memiliki dia yang berbeda keyakinan dengan saya. Tidak akan, saya ulangi, berbeda keyakinan dan tidak akan pernah bisa saya miliki selamanya. Oh iya, mungkin bisa, tapi dengan syarat salah satu dari kami harus mengkhianati Tuhan kami. Itu konyol, bodoh, proses ini bodoh! Kekonyolan itu yang membuat saya berani ber-improvisasi dengan peran saya, menyakiti dia dengan mulai mencari celah untuk terus bermain-main dalam pusaran kebosanan saya akan hubungan konyol yang seperti aliran sungai - tidak berujung. Saya pernah melakukan itu sekali, lalu ketahuan dan dimaafkan, dan saya lakukan itu sekali lagi, dan ketahuan lagi kemudian di maafkan. Bukan, bukan ini yang sebetulnya saya mau, sungguh bukan! Saya mau hubungan yang nyata, yang pada akirnya bisa dengan nyata kami bangun cerita itu, cerita masa depan kami. Saya terlalu bosan dan terlalu pengecut untuk bermain dalam cerita ini, saya ingin bersamanya untuk selamanya atau tidak bersamanya sama sekali. Sudah saya katakan tadi kalau saya sungguh mencintainya, tulus, namun cemooh akan kenyataan membuat saya ingin berlari dari semua rasa yang saya punya. Saya hanya punya dua pilihan ini, dan harus saya akui kedua pilihan itu konyol.
Kesalahan pun saya buat kembali, mungkin ini titik-nya, mungkin ini saatnya. Saya harus merelakannya, melepaskannya, membiarkan diri saya bermain sendiri dalam dunia saya, kami tidak bisa terlalu lama memerankan peran kami, kami terlalu jenuh untuk itu, air mata terlalu banyak kami sia-siakan karena ulah saya, saya tidak bisa menyakitinya terus menerus yang padahal sesungguhnya saya sangat mencintainya.
Hanya maaf yang dapat saya katakan kepadanya, maaf yang sebenarnya tidak patut untuk dimaafkan, tapi hanya itu yang saya punya.
Untuknya yang selalu spesial buat saya, entah sampai kapan rasa ini akan menggerogoti saya, namun saya tidak akan pernah menyesal untuk itu, tidak akan pernah.
l o v e,
Defi Octaviany
Rabu, 11 April 2012
Dont You Remember - Adele
When will I see you again?
You left with no goodbye, not a single word was said,
No final kiss to seal any seams,
I had no idea of the state we were in,
I know I have a fickle heart and bitterness,
And a wandering eye, and a heaviness in my head,
But don't you remember?
Don't you remember?
The reason you loved me before,
Baby, please remember me once more,
When was the last time you thought of me?
Or have you completely erased me from your memory?
I often think about where I went wrong,
The more I do, the less I know,
But I know I have a fickle heart and bitterness,
And a wandering eye, and a heaviness in my head,
But don't you remember?
Don't you remember?
The reason you loved me before,
Baby, please remember me once more,
Gave you the space so you could breathe,
I kept my distance so you would be free,
And hope that you find the missing piece,
To bring you back to me,
Why don't you remember?
Don't you remember?
The reason you loved me before,
Baby, please remember me once more,
When will I see you again?
*************************************
Sampai dengan hari ini, 12 April 2012 gue selalu ingin menangis ketika mendengar lagu itu, selalu terisak ketika memperhatikan liriknya dan akhirnya mengorek semua rasa itu lagi. Dimana akhirnya perpisahan manis itu hanya wacana, email perpisahan adalah kenangan dan kenyataan kalau dia sudah mendapatkan kehidupan baru tanpa gue di dalamnya adalah pukulan pahit buat gue!
WHEN WILL I SEE YOU AGAIN?!
l o v e,
Defi Octaviany
You left with no goodbye, not a single word was said,
No final kiss to seal any seams,
I had no idea of the state we were in,
I know I have a fickle heart and bitterness,
And a wandering eye, and a heaviness in my head,
But don't you remember?
Don't you remember?
The reason you loved me before,
Baby, please remember me once more,
When was the last time you thought of me?
Or have you completely erased me from your memory?
I often think about where I went wrong,
The more I do, the less I know,
But I know I have a fickle heart and bitterness,
And a wandering eye, and a heaviness in my head,
But don't you remember?
Don't you remember?
The reason you loved me before,
Baby, please remember me once more,
Gave you the space so you could breathe,
I kept my distance so you would be free,
And hope that you find the missing piece,
To bring you back to me,
Why don't you remember?
Don't you remember?
The reason you loved me before,
Baby, please remember me once more,
When will I see you again?
*************************************
Sampai dengan hari ini, 12 April 2012 gue selalu ingin menangis ketika mendengar lagu itu, selalu terisak ketika memperhatikan liriknya dan akhirnya mengorek semua rasa itu lagi. Dimana akhirnya perpisahan manis itu hanya wacana, email perpisahan adalah kenangan dan kenyataan kalau dia sudah mendapatkan kehidupan baru tanpa gue di dalamnya adalah pukulan pahit buat gue!
WHEN WILL I SEE YOU AGAIN?!
l o v e,
Defi Octaviany
Selasa, 28 Februari 2012
Problems is a Friend
Hell o universe!
Belakangan ini entah kenapa gue menjadi sangat sensitif, oke, lebih tepatnya mulai dari awal tahun ini gue merasa seperti bukan diri gue sendiri. Gue menjadi jauh lbh sinis, sensitif, selektif dan lebih sarkasme! Gue sangat sulit memaafkan orang lain, gue menjadi tidak peduli terhadap beberapa hal yg pernah membuat gue merasa kalau sampai kapanpun hal itu tidak akan pernah baik, gue tidak pernah melihat orang lain tulus ke gue, gue bla bla bla yang kesemuanya itu adalah negatif! Well, biar gue jabarkan satu per satu..
Awal Feb kemarin yg gue harapkan menjadi bulan kasih yang baik malah membawa beribu kesesakan pada diri gue. Gue ribut sm papa mama karena hal sepele tapi bisa jadi bumerang karena ke-sensitif-an gue, untuk beberapa hari gue demo bicara, gue menjadi gila ketika gue pulang ke rumah (kebetulan kuliah lg libur), gue sempet ribut di sms sama papa mama, gue mogok makan, gue hancur, sangat hancur saat itu. Bayangkan, gue sampe niat bgt mau keluar dari rumah, mau cari kostan buat gue, tiap gue masuk kamar gue nangis, nangis sejadi-jadinya, gue mengutuki diri gue sendiri, dan hal itu gue rasakan kembali setelah bertahun-tahun lamanya gue tidak seperti itu. Dan kenyataan yang gue temukan adalah ternyata bukan gue aja yang hancur, tp mama papa juga hancur pada saat itu, sampai beberapa hari setelahnya ketika gue pulang ktr dan mulai menangis di kamar, mama papa masuk kamar gue pake kunci mereka sendiri, dan mereka mendapati gue menangis dan akhirnya memeluk gue serta ikut menangis bersama gue. Pada saat itu tangisan kami meledak, tangisan itu seakan tumpahan dari berjuta luapan keegoisan kami sebagai orang tua dan anak, tangisan itu juga sekaligus seperti menertawakan kami yang ternyata masih belum bisa mengerti posisi sebagai orang tua dan posisi sebagai anak. Dan itu kali pertama gue tidak bisa menahan tangisan gue, gue benar-benar menumpahkan semuanya, semuanya tanpa tersisa! Agak lama kami tenggelam dalam tangisan itu, kami betul-betul ingin membuang semua rasa sakit yang kami ciptakan sendiri, sampai akhirnya papa mama minta maaf sama gue, dan papa, terlihat sekali papa sangat tersedu dalam tangisan dan permohonan maafnya, dan gue saat itu benar-benar merasa kecewa luar biasa kepada diri gue sendiri karena telah menghancurkan perasaan orang yang luar biasa buat hidup gue! Itu kali kedua gue lihat papa menangis, papa yang selama ini gue kenal sebagai sosok yg kuat, tegar, gigih dan super kini sedang sesenggukan di pelukan gue, sedang menidurkan egonya sebagai lakilaki dan sebagai seorang ayah, dan gue rasanya ingin menampar diri gue sendiri akibat ketololan perilaku gue yg menomorsatukan ego gue, yg bisa dapet score 100 untuk menghancurkan hati superman gue! Dengan rasa hormat dan kasih gue minta maaf sama papa dan mama, gue sangat menyesal telah memprioritaskan ego gue, gue belum bisa memahami posisi mereka sebagai orang tua dan terlalu mensuperiorkan posisi gue sebagai anak, gue sangat menyesal untuk kesemuanya itu!
Tuhan memang baik, selalu dan akan selalu baik. Gue sangat percaya untuk ungkapan "ini emang udah cara dan waktunya Tuhan", karena ketika hari itu gue di jln pulang dari kantor mau ke rmh gue nyetir sambil nangis sesenggukan, gue benar-benar seperti orang frustasi, dan ternyata di waktu yg sama pula mama menangis dan membahas ke papa kalau masalah ini harus diselesaikan sekarang juga, mereka akan menunggu gue pulang kantor, semalam apapun akan ditunggu. Dan lagi-lagi gue mau bilang ini emang udah caranya Tuhan, pada hari itu gue yang sedang libur kuliah memang tidak ada niat mau kemana-mana sepulang kantor, dan ya, waktu dan caranya Tuhan bekerja, kami akhirnya bertemu, saling meminta maaf, saling mengoreksi dan akhirnya saling memahami antara satu dengan yang lainnya. Im so thankful to my Lord Jesus.
Satu masalah terselesaikan dengan baik, gue bisa ceria lagi seperti sedia kala, gue merasa hidup kembali, gue merasa sangat terberkati, sangat! Namun, dibeberapa hari kedepannya kedewasaan gue dan kebijaksanaan gue sebagai manusia kembali diuji. Gue yang memutuskan untuk tidak mempunyai sahabat kembali dibuat membabi buta oleh beberapa mantan sahabat gue, mereka orang-orang yang dulu adalah sayap pengganti dikala sayap gue rapuh kini menjadi monster kehidupan yang rasanya ingin gue musnakan menggunakan vacum cleaner, sehingga tidak tersisa apapun! Gue tidak mengerti akan logika dan pemahaman mereka tentang orang yang menjadi mantan sahabatnya, namun 1 hal yg sangat gue harapkan adalah tolong jangan pernah ganggu kehidupan gue baik secara langsung maupun tidak langsung, tolong untuk menjadi sedikit pintar untuk tidak membahas kehidupan gue baik secara langsung dan tidak langsung, dan tolong untuk benar-benar membangun tembok untuk kita seperti yang elo inginkan sebelumnya. ITU SAJA, GUE MINTA ITU SAJA! Gue sangat menghargai mereka sekalipun kini mereka dan gue adalah bukan apa-apa lagi, gue tidak ingin melibatkan mereka dalam kehidupan gue dan tidak ingin mereka terlibat juga dalam kehidupan pribadi gue, karena untuk tiap kebahagiaan dan luka yang telah mereka torehkan dalam buku kehidupan gue sudah gue simpan dengan baik dan gue tidak ingin mengintipnya kembali, apalagi membukanya. Untuk setiap cerita yg telah kita akhiri bersama gue harap bisa sama-sama kita hargai juga, bukannya malah gue menemukan diri gue menjadi salah satu pembahasan dalam dunia twitter mereka, dan akhirnya dengan sangat yakin gue meberikan penilaian kalau mereka betul-betul nothing!
Masalah gue tidak selesai sampai di situ saja, kehidupan perkantoran yg rumit juga menjadi salah satu hal yg cukup menyita perhatian gue. Fakta terbaru yang sedang in banget di kantor gue adalah mengenai status dari sebuah peran seorang sekretaris yang ternyata dianggap tidak terlalu penting di Perusahaan, kalau ternyata kami harus puas untuk disebut sebagai supporting dan embel-embel pernyataan lainnya adalah "sekretaris Vice President mudah diganti dan dicari penggantinya". WTF! Gue sungguh merasa diremehkan oleh pendapat itu, gue merasa seperti semua hal yg sudah gue lalui selama hampir setahun lebih sebagai sekretaris VP seakan sia-sia, nol besar! Hal ini akhirnya membuat gue berpikir kalau gue masih pantas mendapatkan sesuatu yang jauh lebih baik dari ini semua, gue berhak untuk memilih hal-hal baik apa yang bisa gue raih, gue mempunyai hak atas diri gue sendiri untuk membuat keputusan! Dan dengan pergumulan batin akhirnya gue memutuskan untuk mencari pekerjaan lain, mencari perusahaan yang bisa memandang sekretaris sebagai peran yang penting. Minggu ini ada 2 Perusahaan yang gue datangi untuk interview, gue menaruh harapan yang besar untuk mendapatkan kecukupan penghasilan yang lebih baik dengan pengakuan yang setara juga, gue sangat mengharapkan gue mendapatkan kesempatan itu. Gue bukannya tidak menyukai lingkungan pekerjaan dan scope pekerjaan gue yang sekarang, tidak sama sekali, gue sangat menyukainya, gue ulangin, sangat! Gue menemukan pekerjaan yang sedikit banyak melibatkan inisiatif gue, gue terlibat akan pembahasa-pembahasan serius, gue mempunyai hak untuk membuat keputusan yang berhubungan dengan keseharian boss gue, gue menemukan orang-orang dewasa yang mengasah kecerdasan kedewasaan gue baik secara emosi, pikiran maupun perilaku, dan gue menemukan berbagai tantangan untuk berinteraksi dengan dunia luar dan dunia orang dewasa, gue menyukai itu! Namun, motivasi seseorang untuk bekerja bukan hanya mendapatkan ilmu semata, namun juga atas dasar penghasilan, gaji, income, dan pengakuan status! Dan ketika gue merasa di tempat ini gue tidak bisa mendapatkan kesemuanya itu sangat wajar pada akhirnya gue mencari sesuatu yang bisa mengantarkan gue pada berbagai motivasi dan target kehidupan pekerjaan gue, karena bukan tanpa alasan gue mampu menuntut itu semua!
Dan masalah terakhir yang membuat tidur gue tidak nyenyak lainnya adalah rasa rindu yang menggebu pada seseorang di negeri sana, seseorang yang mampu mengajarkan gue memandang perbedaan budaya, iklim, negara, kebiasaan dan hal lainnya yang pada akhirnya gue tau kalau sosok itulah yang gue butuhkan. Orang yang gue kenal setahun yang lalu, orang yang ternyata menaruh harapan yg besar pada kali pertama pertemuan kami, dan orang yang pada akhirnya gue sia-siakan dan sekarang menjadi sangat gue inginkan! Dan lagi, dia adalah orang yang tidak akan pernah lagi gue temui seumur hidup gue.
Masalah akhirnya mengantarkan gue pada kehancuran, kehilangan jati diri, perubahan, dan kedewasaan.
l o v e,
Defi Octaviany
Belakangan ini entah kenapa gue menjadi sangat sensitif, oke, lebih tepatnya mulai dari awal tahun ini gue merasa seperti bukan diri gue sendiri. Gue menjadi jauh lbh sinis, sensitif, selektif dan lebih sarkasme! Gue sangat sulit memaafkan orang lain, gue menjadi tidak peduli terhadap beberapa hal yg pernah membuat gue merasa kalau sampai kapanpun hal itu tidak akan pernah baik, gue tidak pernah melihat orang lain tulus ke gue, gue bla bla bla yang kesemuanya itu adalah negatif! Well, biar gue jabarkan satu per satu..
Awal Feb kemarin yg gue harapkan menjadi bulan kasih yang baik malah membawa beribu kesesakan pada diri gue. Gue ribut sm papa mama karena hal sepele tapi bisa jadi bumerang karena ke-sensitif-an gue, untuk beberapa hari gue demo bicara, gue menjadi gila ketika gue pulang ke rumah (kebetulan kuliah lg libur), gue sempet ribut di sms sama papa mama, gue mogok makan, gue hancur, sangat hancur saat itu. Bayangkan, gue sampe niat bgt mau keluar dari rumah, mau cari kostan buat gue, tiap gue masuk kamar gue nangis, nangis sejadi-jadinya, gue mengutuki diri gue sendiri, dan hal itu gue rasakan kembali setelah bertahun-tahun lamanya gue tidak seperti itu. Dan kenyataan yang gue temukan adalah ternyata bukan gue aja yang hancur, tp mama papa juga hancur pada saat itu, sampai beberapa hari setelahnya ketika gue pulang ktr dan mulai menangis di kamar, mama papa masuk kamar gue pake kunci mereka sendiri, dan mereka mendapati gue menangis dan akhirnya memeluk gue serta ikut menangis bersama gue. Pada saat itu tangisan kami meledak, tangisan itu seakan tumpahan dari berjuta luapan keegoisan kami sebagai orang tua dan anak, tangisan itu juga sekaligus seperti menertawakan kami yang ternyata masih belum bisa mengerti posisi sebagai orang tua dan posisi sebagai anak. Dan itu kali pertama gue tidak bisa menahan tangisan gue, gue benar-benar menumpahkan semuanya, semuanya tanpa tersisa! Agak lama kami tenggelam dalam tangisan itu, kami betul-betul ingin membuang semua rasa sakit yang kami ciptakan sendiri, sampai akhirnya papa mama minta maaf sama gue, dan papa, terlihat sekali papa sangat tersedu dalam tangisan dan permohonan maafnya, dan gue saat itu benar-benar merasa kecewa luar biasa kepada diri gue sendiri karena telah menghancurkan perasaan orang yang luar biasa buat hidup gue! Itu kali kedua gue lihat papa menangis, papa yang selama ini gue kenal sebagai sosok yg kuat, tegar, gigih dan super kini sedang sesenggukan di pelukan gue, sedang menidurkan egonya sebagai lakilaki dan sebagai seorang ayah, dan gue rasanya ingin menampar diri gue sendiri akibat ketololan perilaku gue yg menomorsatukan ego gue, yg bisa dapet score 100 untuk menghancurkan hati superman gue! Dengan rasa hormat dan kasih gue minta maaf sama papa dan mama, gue sangat menyesal telah memprioritaskan ego gue, gue belum bisa memahami posisi mereka sebagai orang tua dan terlalu mensuperiorkan posisi gue sebagai anak, gue sangat menyesal untuk kesemuanya itu!
Tuhan memang baik, selalu dan akan selalu baik. Gue sangat percaya untuk ungkapan "ini emang udah cara dan waktunya Tuhan", karena ketika hari itu gue di jln pulang dari kantor mau ke rmh gue nyetir sambil nangis sesenggukan, gue benar-benar seperti orang frustasi, dan ternyata di waktu yg sama pula mama menangis dan membahas ke papa kalau masalah ini harus diselesaikan sekarang juga, mereka akan menunggu gue pulang kantor, semalam apapun akan ditunggu. Dan lagi-lagi gue mau bilang ini emang udah caranya Tuhan, pada hari itu gue yang sedang libur kuliah memang tidak ada niat mau kemana-mana sepulang kantor, dan ya, waktu dan caranya Tuhan bekerja, kami akhirnya bertemu, saling meminta maaf, saling mengoreksi dan akhirnya saling memahami antara satu dengan yang lainnya. Im so thankful to my Lord Jesus.
Satu masalah terselesaikan dengan baik, gue bisa ceria lagi seperti sedia kala, gue merasa hidup kembali, gue merasa sangat terberkati, sangat! Namun, dibeberapa hari kedepannya kedewasaan gue dan kebijaksanaan gue sebagai manusia kembali diuji. Gue yang memutuskan untuk tidak mempunyai sahabat kembali dibuat membabi buta oleh beberapa mantan sahabat gue, mereka orang-orang yang dulu adalah sayap pengganti dikala sayap gue rapuh kini menjadi monster kehidupan yang rasanya ingin gue musnakan menggunakan vacum cleaner, sehingga tidak tersisa apapun! Gue tidak mengerti akan logika dan pemahaman mereka tentang orang yang menjadi mantan sahabatnya, namun 1 hal yg sangat gue harapkan adalah tolong jangan pernah ganggu kehidupan gue baik secara langsung maupun tidak langsung, tolong untuk menjadi sedikit pintar untuk tidak membahas kehidupan gue baik secara langsung dan tidak langsung, dan tolong untuk benar-benar membangun tembok untuk kita seperti yang elo inginkan sebelumnya. ITU SAJA, GUE MINTA ITU SAJA! Gue sangat menghargai mereka sekalipun kini mereka dan gue adalah bukan apa-apa lagi, gue tidak ingin melibatkan mereka dalam kehidupan gue dan tidak ingin mereka terlibat juga dalam kehidupan pribadi gue, karena untuk tiap kebahagiaan dan luka yang telah mereka torehkan dalam buku kehidupan gue sudah gue simpan dengan baik dan gue tidak ingin mengintipnya kembali, apalagi membukanya. Untuk setiap cerita yg telah kita akhiri bersama gue harap bisa sama-sama kita hargai juga, bukannya malah gue menemukan diri gue menjadi salah satu pembahasan dalam dunia twitter mereka, dan akhirnya dengan sangat yakin gue meberikan penilaian kalau mereka betul-betul nothing!
Masalah gue tidak selesai sampai di situ saja, kehidupan perkantoran yg rumit juga menjadi salah satu hal yg cukup menyita perhatian gue. Fakta terbaru yang sedang in banget di kantor gue adalah mengenai status dari sebuah peran seorang sekretaris yang ternyata dianggap tidak terlalu penting di Perusahaan, kalau ternyata kami harus puas untuk disebut sebagai supporting dan embel-embel pernyataan lainnya adalah "sekretaris Vice President mudah diganti dan dicari penggantinya". WTF! Gue sungguh merasa diremehkan oleh pendapat itu, gue merasa seperti semua hal yg sudah gue lalui selama hampir setahun lebih sebagai sekretaris VP seakan sia-sia, nol besar! Hal ini akhirnya membuat gue berpikir kalau gue masih pantas mendapatkan sesuatu yang jauh lebih baik dari ini semua, gue berhak untuk memilih hal-hal baik apa yang bisa gue raih, gue mempunyai hak atas diri gue sendiri untuk membuat keputusan! Dan dengan pergumulan batin akhirnya gue memutuskan untuk mencari pekerjaan lain, mencari perusahaan yang bisa memandang sekretaris sebagai peran yang penting. Minggu ini ada 2 Perusahaan yang gue datangi untuk interview, gue menaruh harapan yang besar untuk mendapatkan kecukupan penghasilan yang lebih baik dengan pengakuan yang setara juga, gue sangat mengharapkan gue mendapatkan kesempatan itu. Gue bukannya tidak menyukai lingkungan pekerjaan dan scope pekerjaan gue yang sekarang, tidak sama sekali, gue sangat menyukainya, gue ulangin, sangat! Gue menemukan pekerjaan yang sedikit banyak melibatkan inisiatif gue, gue terlibat akan pembahasa-pembahasan serius, gue mempunyai hak untuk membuat keputusan yang berhubungan dengan keseharian boss gue, gue menemukan orang-orang dewasa yang mengasah kecerdasan kedewasaan gue baik secara emosi, pikiran maupun perilaku, dan gue menemukan berbagai tantangan untuk berinteraksi dengan dunia luar dan dunia orang dewasa, gue menyukai itu! Namun, motivasi seseorang untuk bekerja bukan hanya mendapatkan ilmu semata, namun juga atas dasar penghasilan, gaji, income, dan pengakuan status! Dan ketika gue merasa di tempat ini gue tidak bisa mendapatkan kesemuanya itu sangat wajar pada akhirnya gue mencari sesuatu yang bisa mengantarkan gue pada berbagai motivasi dan target kehidupan pekerjaan gue, karena bukan tanpa alasan gue mampu menuntut itu semua!
Dan masalah terakhir yang membuat tidur gue tidak nyenyak lainnya adalah rasa rindu yang menggebu pada seseorang di negeri sana, seseorang yang mampu mengajarkan gue memandang perbedaan budaya, iklim, negara, kebiasaan dan hal lainnya yang pada akhirnya gue tau kalau sosok itulah yang gue butuhkan. Orang yang gue kenal setahun yang lalu, orang yang ternyata menaruh harapan yg besar pada kali pertama pertemuan kami, dan orang yang pada akhirnya gue sia-siakan dan sekarang menjadi sangat gue inginkan! Dan lagi, dia adalah orang yang tidak akan pernah lagi gue temui seumur hidup gue.
Masalah akhirnya mengantarkan gue pada kehancuran, kehilangan jati diri, perubahan, dan kedewasaan.
l o v e,
Defi Octaviany
Rabu, 08 Februari 2012
Secret Admirer
Happy Sunday,
Senangnya gue bisa melewati minggu yg berat ini, semua permasalahan minggu ini bs gue selesaikan dgn baik walaupun dengan perjuangan ampun2an, dengan air mata yg sukses bikin mata gue kaya kodok tiap harinya dan dengan sukses menurunkan berat badan gue beberapa kilo, hah! Tapi puji Tuhan semua bisa selesai dgn baik, dan gue bs kembali waras menjalankan hari-hari gue.
Oke, itu tadi cuma basa basi gue, dan dengan sangat antusias di sini gue mau membahas tentang secret admirer atau bahasa Indonesianya dikenal dgn pengagum rahasia! Cih, dangdut amet! Pernah punya atau pernah jadi secret admirer? Gue pernah dan sedang! Iya, gue pernah punya pengagum rahasia yg sesekali telv gue trus dimatiin gitu aja, kirim sms dan bla bla bla lainnya, dan itu masih sampe detik ini! Ngerasa keganggu? Banget! Tapi skrg sih gue gak ambil pusing karena gue tau akhirnya bagaimana mengagumi seseorang secara diam-diam.Gue lagi mjd secret admirer seseorang, oke, tepatnya hal ini gue lakuin mulai dari bulan Oktober, sampe sekarang! Gue freak? Keliatannya sih gitu, dan setelah gue cerita hal ini ke salah satu temen gue ya temen gue sependapat kalo gue emang freak! Tapi apapun, gue juga sebenernya gak terlalu paham kenapa dan bagaimana siklus ini bs terjadi, cuma gue mau bilang kalo gue masih bs menyelamatkan diri gue, gue masih belum terlalu jauh melangkah ke batas ke-tidak-normal-an! Hahaha, bertele-tele banget deh, oke, sini gue ceritain..
Gue tidak mau bilang kalo gue ada di tahap depresi sedang tidak mempunyai pasangan, oke, beberapa waktu kemarin gue memang sedang tidak mempunyai peruntungan di masalah cinta-cintaan ini, gue putus sama pacar gue, trus di lain kisah gue mau ditinggal kawin sm bukan pacar gue tapi nawarin gue ke KUA (ini tolol bgt!) dan terakhir gue ditinggal pergi ke Jerman sm seseorang yg menawarkan berbagi kehidupan sama gue yg akhirnya sampe detik ini menyisakan penyesalan luar biasa ke gue karena keterlambatan penyadaran gue kalo he is the man that im searching for! Terdengar biasa-biasa aja kan kisah percintaan gue, hahaha. Tapi berbagai hal yg gue sebutin tadi gak bikin gue akhirnya jadi depresi dan ngerasa kalo gue adalah perempuan yg tidak mempunyai keberuntungan dalam percintaan kok, gue saat ini memang sedang sangat menikmati kehidupan gue, gue lg fokus sm beberapa hal yg jadi target gue di tahun ini dan sedang terlalu sibuk juga buat mengemasi masalah-masalah tadi di atas, dan mungkin jadi tidak tertarik untuk membangun kedekatan dengan siapapun dan mencoba mereject beberapa orang yg mencoba menyinggahi kehidupan gue. Bukan, gue bukannya terlalu pemilih, tapi gue sedang sangat menikmati kehidupan gue, sedang melakukan berbagai hal yg menyenangkan dan bahkan melakukan hal yg baru pertama kali gue lakukan di dalam hidup gue: jadi SECRET ADMIRER! Konyol kan? BANGET! Dan baru kali ini gue merasakan sensasinya, atau kayanya lebih tepatnya gue merasakan keanehan dalam diri gue, hahahah! Gue sedang merasa jatuh cinta sm seseorang yg belum pernah gue temuin seumur hidup gue, gue jadi secret admirer orang yg gue gak kenal sama sekali, gue bisa setiap hari memantau kehidupannya dari tulisan-tulisan kecilnya di twitter, gue sangat tau percintaannya juga dari mention-an di twitternya, gue FREAK bgt! Entah kenapa gue bs sangat jatuh cinta sekali sm seseorang cuma dari tulisan singkatnya di twitter, tulisan yg sama sekali bukan ditujukan ke gue, tulisan yg sebenernya biasa-biasa aja tapi entah dengan rumus apa dia bisa membahasakan itu dengan sangat baik, simple dan membuat gue jatuh cinta! Dan gue melakukan itu sejak Oktober sampai sekarang, gila? IYA GILA BANGET! Gue dengan tekun tiap hari nyontek kehidupannya dari akun twitternya, gue liat akun Facebooknya dan gue juga memperhatikan blognya yg udah lama banget yg gak pernah dy update. Dan gue sudah cukup puas untuk hanya menjangkau itu semua, gue sama sekali tidak berniat untuk berbicara dgnnya, orang yg selama ini gue kagumi diem-diem di otak dan hati gue.
Tapi beberapa minggu yg lalu entah kenapa gue sangat ingin sekali menyapa si oknum korban secret admirer gue, dan keputusan tolol yg gue buat adalah gue mem-follow akun twitternya dan dengan sekuat hati gue menyapanya via DM, saat itu rasanya gue kaya gak bs bergerak, gue deg-degan setengah ampun, gue tolol bgt lah, terlebih saat dy membalas tweet gue, itu rasanya gue kaya mau mengubur diri gue dalem-dalem di tanah merah! Hahahaha. Dan akhirnya dengan kakunya gue nanya beberapa hal gak penting ke dia dan menceritakan kenapa gue bs begini dan begitu ke dy. Ini konyol, gue merasa tindakan gue ini sangat konyol, yang entah kenapa gue bisa terpikir dan menyukai hal konyol ini.
Seperti salah satu lirik yg gue denger, gue tidak akan pernah mengganggu kehidupannya, gue cukup merasa puas akan keberadaan gue dan dia yang jauh di sana, gue tidak akan pernah menyentuh apalagi melibatkan keberadaan gue dalam kesehariannya, gue sudah cukup puas untuk mengintip kehidupannya yang dia tuliskan secara singkat di akun twitternya.Gue akan selalu seperti ini sampai waktu yang mengantarkan gue untuk kembali pada dunia nyata.
l o v e,
Defi Octaviany
Senangnya gue bisa melewati minggu yg berat ini, semua permasalahan minggu ini bs gue selesaikan dgn baik walaupun dengan perjuangan ampun2an, dengan air mata yg sukses bikin mata gue kaya kodok tiap harinya dan dengan sukses menurunkan berat badan gue beberapa kilo, hah! Tapi puji Tuhan semua bisa selesai dgn baik, dan gue bs kembali waras menjalankan hari-hari gue.
Oke, itu tadi cuma basa basi gue, dan dengan sangat antusias di sini gue mau membahas tentang secret admirer atau bahasa Indonesianya dikenal dgn pengagum rahasia! Cih, dangdut amet! Pernah punya atau pernah jadi secret admirer? Gue pernah dan sedang! Iya, gue pernah punya pengagum rahasia yg sesekali telv gue trus dimatiin gitu aja, kirim sms dan bla bla bla lainnya, dan itu masih sampe detik ini! Ngerasa keganggu? Banget! Tapi skrg sih gue gak ambil pusing karena gue tau akhirnya bagaimana mengagumi seseorang secara diam-diam.Gue lagi mjd secret admirer seseorang, oke, tepatnya hal ini gue lakuin mulai dari bulan Oktober, sampe sekarang! Gue freak? Keliatannya sih gitu, dan setelah gue cerita hal ini ke salah satu temen gue ya temen gue sependapat kalo gue emang freak! Tapi apapun, gue juga sebenernya gak terlalu paham kenapa dan bagaimana siklus ini bs terjadi, cuma gue mau bilang kalo gue masih bs menyelamatkan diri gue, gue masih belum terlalu jauh melangkah ke batas ke-tidak-normal-an! Hahaha, bertele-tele banget deh, oke, sini gue ceritain..
Gue tidak mau bilang kalo gue ada di tahap depresi sedang tidak mempunyai pasangan, oke, beberapa waktu kemarin gue memang sedang tidak mempunyai peruntungan di masalah cinta-cintaan ini, gue putus sama pacar gue, trus di lain kisah gue mau ditinggal kawin sm bukan pacar gue tapi nawarin gue ke KUA (ini tolol bgt!) dan terakhir gue ditinggal pergi ke Jerman sm seseorang yg menawarkan berbagi kehidupan sama gue yg akhirnya sampe detik ini menyisakan penyesalan luar biasa ke gue karena keterlambatan penyadaran gue kalo he is the man that im searching for! Terdengar biasa-biasa aja kan kisah percintaan gue, hahaha. Tapi berbagai hal yg gue sebutin tadi gak bikin gue akhirnya jadi depresi dan ngerasa kalo gue adalah perempuan yg tidak mempunyai keberuntungan dalam percintaan kok, gue saat ini memang sedang sangat menikmati kehidupan gue, gue lg fokus sm beberapa hal yg jadi target gue di tahun ini dan sedang terlalu sibuk juga buat mengemasi masalah-masalah tadi di atas, dan mungkin jadi tidak tertarik untuk membangun kedekatan dengan siapapun dan mencoba mereject beberapa orang yg mencoba menyinggahi kehidupan gue. Bukan, gue bukannya terlalu pemilih, tapi gue sedang sangat menikmati kehidupan gue, sedang melakukan berbagai hal yg menyenangkan dan bahkan melakukan hal yg baru pertama kali gue lakukan di dalam hidup gue: jadi SECRET ADMIRER! Konyol kan? BANGET! Dan baru kali ini gue merasakan sensasinya, atau kayanya lebih tepatnya gue merasakan keanehan dalam diri gue, hahahah! Gue sedang merasa jatuh cinta sm seseorang yg belum pernah gue temuin seumur hidup gue, gue jadi secret admirer orang yg gue gak kenal sama sekali, gue bisa setiap hari memantau kehidupannya dari tulisan-tulisan kecilnya di twitter, gue sangat tau percintaannya juga dari mention-an di twitternya, gue FREAK bgt! Entah kenapa gue bs sangat jatuh cinta sekali sm seseorang cuma dari tulisan singkatnya di twitter, tulisan yg sama sekali bukan ditujukan ke gue, tulisan yg sebenernya biasa-biasa aja tapi entah dengan rumus apa dia bisa membahasakan itu dengan sangat baik, simple dan membuat gue jatuh cinta! Dan gue melakukan itu sejak Oktober sampai sekarang, gila? IYA GILA BANGET! Gue dengan tekun tiap hari nyontek kehidupannya dari akun twitternya, gue liat akun Facebooknya dan gue juga memperhatikan blognya yg udah lama banget yg gak pernah dy update. Dan gue sudah cukup puas untuk hanya menjangkau itu semua, gue sama sekali tidak berniat untuk berbicara dgnnya, orang yg selama ini gue kagumi diem-diem di otak dan hati gue.
Tapi beberapa minggu yg lalu entah kenapa gue sangat ingin sekali menyapa si oknum korban secret admirer gue, dan keputusan tolol yg gue buat adalah gue mem-follow akun twitternya dan dengan sekuat hati gue menyapanya via DM, saat itu rasanya gue kaya gak bs bergerak, gue deg-degan setengah ampun, gue tolol bgt lah, terlebih saat dy membalas tweet gue, itu rasanya gue kaya mau mengubur diri gue dalem-dalem di tanah merah! Hahahaha. Dan akhirnya dengan kakunya gue nanya beberapa hal gak penting ke dia dan menceritakan kenapa gue bs begini dan begitu ke dy. Ini konyol, gue merasa tindakan gue ini sangat konyol, yang entah kenapa gue bisa terpikir dan menyukai hal konyol ini.
Seperti salah satu lirik yg gue denger, gue tidak akan pernah mengganggu kehidupannya, gue cukup merasa puas akan keberadaan gue dan dia yang jauh di sana, gue tidak akan pernah menyentuh apalagi melibatkan keberadaan gue dalam kesehariannya, gue sudah cukup puas untuk mengintip kehidupannya yang dia tuliskan secara singkat di akun twitternya.Gue akan selalu seperti ini sampai waktu yang mengantarkan gue untuk kembali pada dunia nyata.
l o v e,
Defi Octaviany
Rabu, 18 Januari 2012
18 Januari 2012
Hello universe..
Gue cuma mau nyampah mlm ini, bener-bener butuh tempat sampah dan gue pikir di sini paling tepat. Entah postingan gue ini akan menjadi postingan paling sampah atau gimana nantinya, tapi gue bener-bener butuh wadah!
Oke, hari ini hari Rabu yang adalah semestinya hari yang biasa-biasa aja, oke, semestinya! Dan memang aktivitas gue hari ini juga biasa, normal, cuma minusnya gue sore ini gak ke kampus krn memang lg gak ada ujian, dan entah itu menjadi berkah atau malah buruk di sore hati, I don't know for sure, tapi rentetan hari gue yang biasa ini entah kenapa malah membawa gue ke beribu pikiran, pikiran yang malah menyesatkan keberadaan gue. Ok, let me expalin to you about my "biasa-biasa aja activity".
Pagi tadi adalah pagi yang tidak biasa krn gue yg semestinya bangun jam 5.30 malah meleyeh-leyehkan badan gue sampe jam 7, ih waw, jam 7 biasanya gue bs hampir sampai kantor ini malah baru bangun. Ya, sedikit tidak biasa bukan? Akhirnya dgn tergopoh-gopoh gue sampe kantor jam 8.20, telatlah itu itungannya, tapi cuek ah, kali-kali gpp juga. Sampe kantor gue melakukan rutinitas pekerjaan gue yg biasa gue kerjain jg, gue nyiapin beberapa meeting, bikin memo yg direquest sm GM bagian gue, gue mampir ke ruangan boss gue yg selalu kosong di hari ini, gue mondar mandir sana sini untuk ngurusin beberapa hal yg menurut gue random sekali dan nyanyinyu angkat telp mulai dari yg penting sampe yg paling gk penting yg pengen bgt gue maki-maki (fyi, lg PMS!) dan gue merencanakan mejenguk anak dari salah satu org kantor yg adalah seorang Bapak yg gue cukup deket, oke, sangat deket. Beliau adl Bapak yg entah menganggap gue anak atau temen atau mungkin murid asuhannya, ya itu cuma dia yg tau! Gue ke RS bareng salah satu tmn ktr gue yg cukup deket sama gue. Awalnya terlihat tidak ada yg menarik dari perjalanan kita sampe akhirnya kita sampe di RS yg ruangan yg hrs kita datengin adalah ICU, ok gue ulangin, ICU! Agak bergetar dan ragu saat tmn gue mengajak untk masuk ke ruang ICU, badan gue lemes seketika, entah rasa takut atau apa yang gue rasakan, tp dengan jelas sekali tiba2 sekelibat kenangan muncul di kepala gue! ICU, ruangan yg entah baik atau tidak, tp yg gue tau pasti di ruangan itu salah satu org yg gue sayangin melepaskan hidupnya, dan gue pernah sangat membenci kenyataan dan merengek pada kenyataan di ruangan yg bernama ICU itu! Akhirnya dgn ragu gue menghubungi si Bapak tsb yg anaknya di rawat dan thank God dia nyuruh kita untk dateng ke ruang perawatan di lantai 3, bukan di ruang ICU itu! Ketika gue nemuin si Bapak gue melihat dia agak hancur, ya, orang tua mana yg gak hancur ngeliat anaknya terbaring lemah di ruang ICU! Tapi masih dgn kepribadian yg sama dia dgn ramah menyambut kita, dan gue yg awalnya agak kaku mulai sedikit mencair karena dia yg mencoba membuat keadaan menjadi seperti biasa. Gak banyak yg gue tanyakan, ya hanya seputar keadaan anaknya dan kronologis knp bs kembali lg ke RS dan masuk ke ruang ICU, dgn muka sedih dan muram si Bapak bercerita, dan dalam hati gue seakan mau bilang: gue pernah ada di keadaan itu. Gue, papa, mama, Vicky dan Ita sangat pernah ada dikeadaan seperti itu! Namun, gue sangat tdk ingin merusak waktu td dgn memutar otak gue untuk mengembalikan kpd ingatan terdahulu jadi gue berusaha keras mengalihkan pikiran gue dan mencoba fokus sm pembicaraan kita. Setelah kira-kira setengah jam ngobrol akhirnya dia mengajak kita ke ruang ICU untk melihat kondisi anaknya. Deg! Jantung gue kaya berhenti sesaat, dan sepertinya mulut gue ingin berkata "gak usah", tp untungnya semua masih bs gue kontrol, krn sangat aneh gue yg pny niat ke situ buat jenguk anaknya yg sakit tp ternyata gue gak mau melihat anaknya di ICU. Sungguh ragu ketika gue melangkah ke ruangan itu, membaca papan bertuliskan ICU aja rasanya semua persendian gue ingin lepas, terlebih ketika gue harus mengenakan baju RS khusus ruang ICU, rasanya gue benar-benar mau kabur! Tapi untung dan untung sekali gue bs mengontol semuanya dan super untung ketika kita tdk boleh masuk ICU krn jam besuk sudah habis. Gue bukannya tidak sungguh-sungguh mau menjenguk anaknya si Bapak, tp keberanian gue masih tll ciut untk menginjak ruangan tsb sekalipun itu bukan di RS yg sama! Akhirnya kita hanya bs melihat dari kaca, yg dari kaca itupun semua yg ada di dlm keliatan, keliatan sgt jelas. Tempat tidur, alat-alat, perawat dan pasien ICU yg tertidur lemah sangat terlihat jelas di mata gue, dan ya, bayangan itu, sosok itupun terlihat seperti tertidur di situ, sosok yg sudah beberapa tahun ini meninggalkan kami di sini terlihat berbaring di situ lengkap dengan alat-alat yg menurut gue membunuh hari-harinya! Gue memang bukan org yg fasih mengenai dunia kesehatan, tp gue agak tidak setuju melihat keberadaan pasien-pasien di ICU tsb, buat gue keberadaan orang-orang yg katanya kesehatannya cukup mengkhawatirkan itu di ruang ICU bukannya membuat mrk menjadi pulih dan merasa lebih baik, melainkan sebaiknya! Tiap hari mrk merengek minta dikeluarkan dari ruangan tsb, tiap detik berbagai alat-alat menyiksa itu menempel di tubuh mrk yg membuat tubuh mereka memar kebiruan, tiap saat mrk dibangunkan dgn cara yg tidak wajar agak mrk tidak terlelap dgn dunia alam bawah sadar mrk, dan beberapa tahun yg lalu gue melihat kejadian itu hampir tiap hari! Hari ini seperti membawa gue ke beberapa tahun yg lalu lengkap dengan kesedihan dan rasa kehilangan gue. Membuat gue mengingat kembali bagaimana rengekan "aku mau pulang mama, aku mau kuliah papa" diserukan dgn suara terbatas yg dia ucapkan dengan sekuat tenaga dibibirnya yg kering dan agak luka krn tidak adanya air yang dia konsumsi langsung dari mulutnya. Sekuat tenaga gue mengalihkan pikiran gue, gue menarik diri gue pd kehidupan nyata yg ada di hadapan gue, bukan kenangan beberapa tahun silam! Dan saat ini gue jadi benar-benar merindukannya, lagi dan akan terus merindukannya, entah sampai kapan!
I miss you, my beloved Nancy Lidya Siregar..
l o v e,
Defi Octaviany
Langganan:
Komentar (Atom)