Taraaaaaaa, lama sekali gue tidak bercuap-cuap di sini, seakan menyibukkan dari sendiri yang padahal selama masa persembunyian itu gue telak jadi orang yang tidak punya kreatifitas dan inovasi sama sekali, hihihi, tragis! Well, sekarang udah bulan Desember, udah penghujung tahun, udah akhir tahun, udah menghitung hari untuk penghabisan tahun 2011 ini, dan hanya tinggal beberapa hari juga menyambut hari Natal. Ya, membahas mengenai Natal kali ini entah kenapa aroma yang gue rasakan berbeda, ya, beda, tidak sama seperti natal-natal tahun kemarin. Christmas tree tetap ada lengkap dengan kelap kelip lampunya, salju-salju kecil juga setia menemani berdirinya pohon natal di rumah gue, hiasan lainnya juga ada. Nuansa natal dimana-mana pun sudah mulai terasa, ketika gue pergi ke satu mall dan mall lainnya, mall tersebut seakan mewakili dirinya kalau mereka turut serta merayakan Natal tahun ini, tidak hanya itu, sale dimana-mana juga adalah salah satu ciri kalau Christmas is Coming! Gembira, ya, gue merasakan kegembiraan dan keceriaan pernak pernik dan nuansa Natal yang tercipta tahun ini, tapi cuma itu, hanya itu yang gue rasakan, tidak lebih dan tidak kurang!
Tahun 2011 ini akan menjadi perayaan Natal yang berbeda bagi gue, akan bener-bener menjadi Natal yang harus gue maknai sendiri, yang gue isi dengan keberadaan diri gue sendiri, yang melihat sudut dan makna Natal ini sendiri dari gambaran diri gue, bukan dari siapapun dan bukan dari manapun. Natal kali ini gue 100% absent dari pelayanan, gue menarik diri dari apa yang dinamakan melayani itu, gue tidak melakukan apapun, tidak ada! Makanya tadi gue bilang kalau gue memaknai Natal kali ini hanya dari, untuk dan kembali lagi kepada gue. Hal ini sungguh berbeda dari Natal gue biasanya, gue yang selalu menyibukkan diri dengan kegiatan Natal, ikut melayani pada perayaan Natal ini itu, ikut berpartisipasi pada kemeriahan Natal, dan selalu mencoba memaknai perayaan Natal dengan ambil bagian dalam pelayanan, kini gue menikmati itu semua dengan diri gue sendiri, dengan tidak ada kesibukan pelayanan apapun. Berbeda. Ya, itu dia kenapa gue menyebut Natal kali ini berbeda! Gue seperti dituntut untuk melihat dan memaknai Natal kali ini sendiri, dengan tidak melakukan apapun, dengan tidak disibukkan oleh apapun juga. Hal ini seperti mengajak gue untuk kembali merenung dan melihat peran Natal yang sejauh ini gue maknai, untuk mendalami lagi apakah gue sudah sungguh-sungguh memaknai Natal ini seperti yang Tuhan mau dan inginkan dari gue. Ya, rentetan kalimat yang sulit dipahami memang, dan untuk menjalani itu semua juga gue agak tidak paham.
Gue sangat menyukai lagu-lagu Natal, gue suka pohon natal, gue suka hiasan Natal, gue suka suasana ketika Natal, gue suka kemeriahan Natal, i do love Christmas! Tapi, sejauh ini gue belum bisa betul-betul memaknai Natal itu sendiri buat gue. Gue hanya terlalu haus akan baju Natal yang baru, haus akan perayaan Natal yg meriah, haus akan keceriaan Natal, tapi ternyata gue terlalu kemarau untuk mengerti arti Natal yang sesungguhnya!
Menyadari hal itu gue jadi agak sedih dengan diri gue sendiri, gue yg udah 20 tahun lebih merayakan Naatal ternyata belum benar-benar bisa mengaplikasikan Natal itu sendiri buat gue dan buat sekeliling gue. Kelahiran Tuhan Yesus yang dengan cara yang luar biasa dan suci buat keselamatan gue ternyata masih menjadi hal yang biasa buat gue. Tidak menjadi benar-benar sinar keagungan dan keajaiban buat gue, gue masih belum bisa berkaca dan mengoreksi kehidupan gue selama ini, masih tetap ada di satu lingkaran yang kebanyakan orang menyebutnya comfort zone, gue masih terlalu takut untuk melangkah ke satu zona dimana gue harus merubah segala sesuatu yang kurang baik dalam hidup gue, gue masih terlalu nyaman berada di permainan kehidupan yang terlalu banyak menawarkan kebahagiaan semu! Beberapa bulan belakangan ini tampak sekali gue jarang ke Gereja, gue jarang bernanyi lagu puji-pujian, gue bahkan terlalu sombong untuk mengundang Tuhan dalam bentuk doa, cih! Im totally jerk! Kekudusan seakan-akan menjauh dari diri gue, rasa syukur seakan tidak lagi menjadi kata kramat dalam hidup gue, gue betul-betul merasa hampa di penghujung tahun ini. Beberapa kali gue sempat tersadar akan kecanduan gue akan permainan dunia ini, beberapa kali juga gue mencoba mengingatkan dan menarik kembali diri gue, tapi itu semua seakan sia-sia, gue malah mendapati diri gue terlalu malas untuk mencoba melangkah, sekalipun itu hanya 1 langkah! Gue seperti merasa kehilangan jati diri gue yang sesungguhnya, oke, lebih tepatnya gue seakan menyembunyikan diri gue dari aura positif gue itu sendiri. Gak jarang gue coba merenungi dan memutar kembali halaman-halaman catatan kehidupan gue, gue menggaris bawahi hal yang tidak baik, gue melingkari hal istimewa dan mewarnai berkat yang gue terima, dan itu semua membuat gue kembali menundukkan kepala karena ternyata Tuhan masih, terus dan selalu bekerja dalam hidup gue, dan gue yang juga masih berdiri di tempat, gak mau melangkah sedikitpun untuk meraih segala sesuatu yang jauh lebih baik dan bermakna buat kehidupan gue, terutama pada Natal kali ini.
l o v e,
Defi Octaviany
I love to share everything that I know and all the things about me, you and our lovely life. Just stay tuned and you'll find something interesting that will make you feel at home to keep reading.
Welcome to My Paradise..
Hell o readers!
Okay, give me some space to promote my self. Im Defi octaviany, I was born on October 7th 1989 in Jakarta and also grows in Jakarta. I love pink, I love mama papa, I love babies, I love doing something stupid, I love laughing, I love you, and the most importantly I LOVE MY SELF. Yepp, let's go to the world of fantasy!!
Okay, give me some space to promote my self. Im Defi octaviany, I was born on October 7th 1989 in Jakarta and also grows in Jakarta. I love pink, I love mama papa, I love babies, I love doing something stupid, I love laughing, I love you, and the most importantly I LOVE MY SELF. Yepp, let's go to the world of fantasy!!