Welcome to My Paradise..

Hell o readers!
Okay, give me some space to promote my self. Im Defi octaviany, I was born on October 7th 1989 in Jakarta and also grows in Jakarta. I love pink, I love mama papa, I love babies, I love doing something stupid, I love laughing, I love you, and the most importantly I LOVE MY SELF. Yepp, let's go to the world of fantasy!!

Minggu, 31 Juli 2011

Serpihan Sesal

Hari ini, 31 Juli 2011, lagi-lagi gue merasakan kegalauan luar biasa, hari ini rasa yang pernah hampir ingin gue kubur dalam-dalam 2 tahun yang lalu akhirnya datang lagi, keGALAUan ini, keRESAHan ini akhirnya gue rasakan kembali, sungguh hari yang tidak bersahabat, sungguh hari yang luar biasa tidak baik. Ya, semua kejadian itu terulang lagi, percis, hampir sama. Tidak adanya kabar, putusnya telekomunikasi dan rasa gelisah ini kembali menjadi pelengkap hari ini.

Belum genap sebulan hubungan ini kami jalani, tapi entah kenapa terkadang ego yang lebih mendominasi di antara kami, entah apa yang salah sehingga rasa sayang itu tidak dapat berkuasa di tiap gelintiran masalah yang ada. Gue benci merasa disia-siakan, gue benci merasa tidak dianggap, gue benci memohon dan mengemis untuk satu rasa yang namanya "cinta", gue benci menangis! Apakah kadang ketidakberdayaan wanita menjadikan dirinya harus merengek demi suatu ikatan, apakah perempuan yang katanya lemah dan berperasaan itu harus puas menyelesaikan kisahnya dengan air mata? Dan apakah setelah air mata dan rengekan itu semua keadaan pada akhirnya akan menjadi baik, semua akan kembali seda kala, dan rasa yang tadinya meluap-luap itu pada akhirnya akan kembali pada porsinya masing-masing? Semua keterbatasan gue sebagai perempuan membuat banyak hal yang pada akhirnya menjadi batu sandungan buat hubungan yang pernah dan sedang gue alami. Sifat perfeksionis, sensitif, ingin selalu di nomor satukan membuat gue kalah dengan setiap logika yang dipunya laki-laki.

Gue, yang terkadang terlalu berlebihan menilai sesuatu, gue yang katanya terlalu tidak bisa mengerti kemauannya, gue yang harus peduli sekalipun dirinya terlihat terlalu cuek, gue yang harus bertanya dimana dan sedang apakah dirinya, gue yang sekarang harus puas tidak mendapatkan respon untuk setiap sms dan panggilan telv, dan gue adalah orang yang merana malam ini. Setiap lembaran harga diri udah gue robek demi mencuri perhatiannya lagi, untuk setiap perkataan baik yang paling manis ataupun terpahit pun sudah gue keluarkan, untuk tangisan yang amat sendu pun sudah, tapi itu pun tidak mengobati keadaan, tidak juga meluluhkan hatinya. Apa lagi yang salah? Dimana lagi yang salah? Harus bagaimana lagi rasa memohon ini harus gue essaykan?



l o v e,
Defi Octaviany

Tidak ada komentar:

Posting Komentar