Hell o universe!
Belakangan ini entah kenapa gue menjadi sangat sensitif, oke, lebih tepatnya mulai dari awal tahun ini gue merasa seperti bukan diri gue sendiri. Gue menjadi jauh lbh sinis, sensitif, selektif dan lebih sarkasme! Gue sangat sulit memaafkan orang lain, gue menjadi tidak peduli terhadap beberapa hal yg pernah membuat gue merasa kalau sampai kapanpun hal itu tidak akan pernah baik, gue tidak pernah melihat orang lain tulus ke gue, gue bla bla bla yang kesemuanya itu adalah negatif! Well, biar gue jabarkan satu per satu..
Awal Feb kemarin yg gue harapkan menjadi bulan kasih yang baik malah membawa beribu kesesakan pada diri gue. Gue ribut sm papa mama karena hal sepele tapi bisa jadi bumerang karena ke-sensitif-an gue, untuk beberapa hari gue demo bicara, gue menjadi gila ketika gue pulang ke rumah (kebetulan kuliah lg libur), gue sempet ribut di sms sama papa mama, gue mogok makan, gue hancur, sangat hancur saat itu. Bayangkan, gue sampe niat bgt mau keluar dari rumah, mau cari kostan buat gue, tiap gue masuk kamar gue nangis, nangis sejadi-jadinya, gue mengutuki diri gue sendiri, dan hal itu gue rasakan kembali setelah bertahun-tahun lamanya gue tidak seperti itu. Dan kenyataan yang gue temukan adalah ternyata bukan gue aja yang hancur, tp mama papa juga hancur pada saat itu, sampai beberapa hari setelahnya ketika gue pulang ktr dan mulai menangis di kamar, mama papa masuk kamar gue pake kunci mereka sendiri, dan mereka mendapati gue menangis dan akhirnya memeluk gue serta ikut menangis bersama gue. Pada saat itu tangisan kami meledak, tangisan itu seakan tumpahan dari berjuta luapan keegoisan kami sebagai orang tua dan anak, tangisan itu juga sekaligus seperti menertawakan kami yang ternyata masih belum bisa mengerti posisi sebagai orang tua dan posisi sebagai anak. Dan itu kali pertama gue tidak bisa menahan tangisan gue, gue benar-benar menumpahkan semuanya, semuanya tanpa tersisa! Agak lama kami tenggelam dalam tangisan itu, kami betul-betul ingin membuang semua rasa sakit yang kami ciptakan sendiri, sampai akhirnya papa mama minta maaf sama gue, dan papa, terlihat sekali papa sangat tersedu dalam tangisan dan permohonan maafnya, dan gue saat itu benar-benar merasa kecewa luar biasa kepada diri gue sendiri karena telah menghancurkan perasaan orang yang luar biasa buat hidup gue! Itu kali kedua gue lihat papa menangis, papa yang selama ini gue kenal sebagai sosok yg kuat, tegar, gigih dan super kini sedang sesenggukan di pelukan gue, sedang menidurkan egonya sebagai lakilaki dan sebagai seorang ayah, dan gue rasanya ingin menampar diri gue sendiri akibat ketololan perilaku gue yg menomorsatukan ego gue, yg bisa dapet score 100 untuk menghancurkan hati superman gue! Dengan rasa hormat dan kasih gue minta maaf sama papa dan mama, gue sangat menyesal telah memprioritaskan ego gue, gue belum bisa memahami posisi mereka sebagai orang tua dan terlalu mensuperiorkan posisi gue sebagai anak, gue sangat menyesal untuk kesemuanya itu!
Tuhan memang baik, selalu dan akan selalu baik. Gue sangat percaya untuk ungkapan "ini emang udah cara dan waktunya Tuhan", karena ketika hari itu gue di jln pulang dari kantor mau ke rmh gue nyetir sambil nangis sesenggukan, gue benar-benar seperti orang frustasi, dan ternyata di waktu yg sama pula mama menangis dan membahas ke papa kalau masalah ini harus diselesaikan sekarang juga, mereka akan menunggu gue pulang kantor, semalam apapun akan ditunggu. Dan lagi-lagi gue mau bilang ini emang udah caranya Tuhan, pada hari itu gue yang sedang libur kuliah memang tidak ada niat mau kemana-mana sepulang kantor, dan ya, waktu dan caranya Tuhan bekerja, kami akhirnya bertemu, saling meminta maaf, saling mengoreksi dan akhirnya saling memahami antara satu dengan yang lainnya. Im so thankful to my Lord Jesus.
Satu masalah terselesaikan dengan baik, gue bisa ceria lagi seperti sedia kala, gue merasa hidup kembali, gue merasa sangat terberkati, sangat! Namun, dibeberapa hari kedepannya kedewasaan gue dan kebijaksanaan gue sebagai manusia kembali diuji. Gue yang memutuskan untuk tidak mempunyai sahabat kembali dibuat membabi buta oleh beberapa mantan sahabat gue, mereka orang-orang yang dulu adalah sayap pengganti dikala sayap gue rapuh kini menjadi monster kehidupan yang rasanya ingin gue musnakan menggunakan vacum cleaner, sehingga tidak tersisa apapun! Gue tidak mengerti akan logika dan pemahaman mereka tentang orang yang menjadi mantan sahabatnya, namun 1 hal yg sangat gue harapkan adalah tolong jangan pernah ganggu kehidupan gue baik secara langsung maupun tidak langsung, tolong untuk menjadi sedikit pintar untuk tidak membahas kehidupan gue baik secara langsung dan tidak langsung, dan tolong untuk benar-benar membangun tembok untuk kita seperti yang elo inginkan sebelumnya. ITU SAJA, GUE MINTA ITU SAJA! Gue sangat menghargai mereka sekalipun kini mereka dan gue adalah bukan apa-apa lagi, gue tidak ingin melibatkan mereka dalam kehidupan gue dan tidak ingin mereka terlibat juga dalam kehidupan pribadi gue, karena untuk tiap kebahagiaan dan luka yang telah mereka torehkan dalam buku kehidupan gue sudah gue simpan dengan baik dan gue tidak ingin mengintipnya kembali, apalagi membukanya. Untuk setiap cerita yg telah kita akhiri bersama gue harap bisa sama-sama kita hargai juga, bukannya malah gue menemukan diri gue menjadi salah satu pembahasan dalam dunia twitter mereka, dan akhirnya dengan sangat yakin gue meberikan penilaian kalau mereka betul-betul nothing!
Masalah gue tidak selesai sampai di situ saja, kehidupan perkantoran yg rumit juga menjadi salah satu hal yg cukup menyita perhatian gue. Fakta terbaru yang sedang in banget di kantor gue adalah mengenai status dari sebuah peran seorang sekretaris yang ternyata dianggap tidak terlalu penting di Perusahaan, kalau ternyata kami harus puas untuk disebut sebagai supporting dan embel-embel pernyataan lainnya adalah "sekretaris Vice President mudah diganti dan dicari penggantinya". WTF! Gue sungguh merasa diremehkan oleh pendapat itu, gue merasa seperti semua hal yg sudah gue lalui selama hampir setahun lebih sebagai sekretaris VP seakan sia-sia, nol besar! Hal ini akhirnya membuat gue berpikir kalau gue masih pantas mendapatkan sesuatu yang jauh lebih baik dari ini semua, gue berhak untuk memilih hal-hal baik apa yang bisa gue raih, gue mempunyai hak atas diri gue sendiri untuk membuat keputusan! Dan dengan pergumulan batin akhirnya gue memutuskan untuk mencari pekerjaan lain, mencari perusahaan yang bisa memandang sekretaris sebagai peran yang penting. Minggu ini ada 2 Perusahaan yang gue datangi untuk interview, gue menaruh harapan yang besar untuk mendapatkan kecukupan penghasilan yang lebih baik dengan pengakuan yang setara juga, gue sangat mengharapkan gue mendapatkan kesempatan itu. Gue bukannya tidak menyukai lingkungan pekerjaan dan scope pekerjaan gue yang sekarang, tidak sama sekali, gue sangat menyukainya, gue ulangin, sangat! Gue menemukan pekerjaan yang sedikit banyak melibatkan inisiatif gue, gue terlibat akan pembahasa-pembahasan serius, gue mempunyai hak untuk membuat keputusan yang berhubungan dengan keseharian boss gue, gue menemukan orang-orang dewasa yang mengasah kecerdasan kedewasaan gue baik secara emosi, pikiran maupun perilaku, dan gue menemukan berbagai tantangan untuk berinteraksi dengan dunia luar dan dunia orang dewasa, gue menyukai itu! Namun, motivasi seseorang untuk bekerja bukan hanya mendapatkan ilmu semata, namun juga atas dasar penghasilan, gaji, income, dan pengakuan status! Dan ketika gue merasa di tempat ini gue tidak bisa mendapatkan kesemuanya itu sangat wajar pada akhirnya gue mencari sesuatu yang bisa mengantarkan gue pada berbagai motivasi dan target kehidupan pekerjaan gue, karena bukan tanpa alasan gue mampu menuntut itu semua!
Dan masalah terakhir yang membuat tidur gue tidak nyenyak lainnya adalah rasa rindu yang menggebu pada seseorang di negeri sana, seseorang yang mampu mengajarkan gue memandang perbedaan budaya, iklim, negara, kebiasaan dan hal lainnya yang pada akhirnya gue tau kalau sosok itulah yang gue butuhkan. Orang yang gue kenal setahun yang lalu, orang yang ternyata menaruh harapan yg besar pada kali pertama pertemuan kami, dan orang yang pada akhirnya gue sia-siakan dan sekarang menjadi sangat gue inginkan! Dan lagi, dia adalah orang yang tidak akan pernah lagi gue temui seumur hidup gue.
Masalah akhirnya mengantarkan gue pada kehancuran, kehilangan jati diri, perubahan, dan kedewasaan.
l o v e,
Defi Octaviany
I love to share everything that I know and all the things about me, you and our lovely life. Just stay tuned and you'll find something interesting that will make you feel at home to keep reading.
Welcome to My Paradise..
Hell o readers!
Okay, give me some space to promote my self. Im Defi octaviany, I was born on October 7th 1989 in Jakarta and also grows in Jakarta. I love pink, I love mama papa, I love babies, I love doing something stupid, I love laughing, I love you, and the most importantly I LOVE MY SELF. Yepp, let's go to the world of fantasy!!
Okay, give me some space to promote my self. Im Defi octaviany, I was born on October 7th 1989 in Jakarta and also grows in Jakarta. I love pink, I love mama papa, I love babies, I love doing something stupid, I love laughing, I love you, and the most importantly I LOVE MY SELF. Yepp, let's go to the world of fantasy!!
Hhmmmm...
BalasHapusPostingan yg cukup membuat emosi gue ikut naik-turun..
True story ini bikin gue sadar, gue gak sendirian punya masalah, dan gue ga sendiri sering merasa frustasi...
Ternyata lu yg gue liat punya hidup yg amazing (cuma bisa liat di bbm sih..hehehee), bisa juga frustasi yah.. :)
Cpt selesai frustasi nyaa yahh.. *hug
Eniwei,
Nice posting, Deff! Nice posting!
Sabar ya Def,,
BalasHapusGod is bigger than our problems
:)
Me having same problem too.. me feeling not having friends like i used to, karena "status pekerjaan" yang berbeda, dan lalu temen2 lama gwe ngejauhin gwe..
but then.. udah lah.. i have a bigger problem to solve than just thinking about people come and go in my life..
so do you..
you are deserve more..